Penjabaran dari kompetensi menerapkan pada rapor pendidikan adalah ...
a. Kemampuan
menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses,
konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata
untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan
b. Kemampuan
memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur
c. Kemampuan
menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman
dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau
konteks yang lebih kompleks
d. Kemampuan
menulis dan mendeskripsikan fakta-fakta yang ditemui dalam kehidupan
sehari-hari
Jawaban: c. Kemampuan menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks
Sistem
pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan, ditandai dengan berbagai
instrumen evaluasi yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik. Salah
satu instrumen adalah Rapor Pendidikan, sebuah platform yang menyajikan data
dan analisis komprehensif tentang kualitas satuan pendidikan.
Di dalamnya,
terdapat sejumlah kompetensi yang menjadi indikator, salah satunya adalah
kompetensi 'Menerapkan'. Namun, muncul kebingungan mengenai definisi dan ruang
lingkup dari kompetensi ini.
Memahami Hakikat Kompetensi 'Menerapkan'
Berdasarkan
panduan resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek), kompetensi 'Menerapkan' pada Rapor Pendidikan tidak
berhenti pada kemampuan mengaplikasikan pengetahuan, melainkan mencakup
tahap-tahap kognitif yang lebih lanjut. Secara spesifik, kompetensi ini merujuk
pada:
Kemampuan
menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman
dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau
konteks yang lebih kompleks. Definisi ini menunjukkan pergeseran paradigma
dari menghafal dan mengulang, menuju kemampuan berpikir tingkat tinggi
(Higher-Order Thinking Skills - HOTS).
Peserta
didik tidak hanya dituntut untuk mengetahui, melainkan juga harus mampu
menganalisis informasi yang ada, menarik kesimpulan yang logis dan beralasan,
serta yang terpenting, memperluas pemahaman untuk menghadapi situasi baru yang
belum pernah ditemui sebelumnya. Sebagai contoh, dalam konteks literasi
numerasi, seorang siswa yang memiliki kompetensi 'Menerapkan' tidak hanya mampu
menghitung luas segitiga dengan rumus yang sudah diberikan.
Tetapi mampu menganalisis permasalahan sehari-hari yang melibatkan bentuk geometris, mengidentifikasi data yang sesuai, membuat kesimpulan tentang cara menyelesaikannya, dan bahkan memperluas pemahaman untuk menghitung luas gabungan dari beberapa bangun datar.
Perbandingan dengan Pilihan Jawaban Lain
Untuk
memperjelas pemahaman, berikut perbandingan definisi 'Menerapkan' dengan opsi
jawaban lain.
Opsi A
Kemampuan
menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses,
konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata
untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan. Definisi ini memang
terdengar logis dan sesuai, tetapi sebenarnya merupakan deskripsi dari
kompetensi 'Mengaplikasikan' atau 'Menalar' dalam konteks yang lebih
sempit.
Pilihan A
lebih berfokus pada aplikasi langsung dari pengetahuan yang sudah ada ke dalam
situasi nyata. Tahap yang lebih rendah dari 'Menerapkan' dalam taksonomi
Bloom yang direvisi. 'Menerapkan' dalam Rapor Pendidikan mewajibkan siswa untuk
menganalisis dan beradaptasi dengan konteks yang belum pernah ditemui.
Opsi B: Kemampuan memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur.
Pilihan B
ini merupakan deskripsi dari kompetensi yang paling dasar, yaitu 'Memahami'.
Tahap awal dalam proses kognitif, di mana peserta didik baru sebatas mengerti
atau dapat menjelaskan ulang apa yang telah dipelajari. Kemampuan memahami
merupakan prasyarat untuk kompetensi 'Menerapkan', tetapi bukan definisi dari
'Menerapkan'. Tanpa pemahaman, seseorang tidak akan bisa menerapkan
pengetahuannya.
Opsi D: Kemampuan menulis dan mendeskripsikan fakta-fakta yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Definisi pada pilihan D ini lebih mengarah pada kompetensi 'Mendeskripsikan' atau 'Mengkomunikasikan'. Pasa tahap tersebut bagian dari proses pembelajaran, namun tidak mencakup dari kompetensi 'Menerapkan' yang berfokus pada analisis, kesimpulan, dan perluasan pemahaman dalam situasi baru. Menulis dan mendeskripsikan hanya salah satu cara untuk menunjukkan pemahaman, bukan dari kompetensi 'Menerapkan'.
Dapat disimpulkan bahwa definisi pada pilihan C adalah yang paling akurat. Dengan memahami definisi yang tepat, para pendidik dan orang tua dapat mengarahkan proses pembelajaran agar tidak hanya berfokus pada hafalan, melainkan juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif.

