Manakah pernyataan berikut yang kurang tepat mengenai rapor pendidikan ...
A. Rapor
pendidikan mengidentifikasi akar permasalahan
B. Rapor
pendidikan sebagai instrumen refleksi
C. Rapor
pendidikan digunakan untuk menilai dan membandingkan kualitas sekolah
D. Rapor
pendidikan mempermudah proses administrasi
Jawaban: C. Rapor pendidikan digunakan untuk menilai dan membandingkan kualitas sekolah
Sistem
pendidikan di Indonesia terus berinovasi untuk mencapai kualitas yang lebih
baik. Salah satu instrumen penting yang diluncurkan oleh Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) adalah Rapor
Pendidikan. Namun, muncul kesalahpahaman yang perlu diluruskan, yaitu anggapan
bahwa Rapor Pendidikan digunakan untuk menilai dan membandingkan kualitas
sekolah.
Rapor Pendidikan: Bukan Penilaian, Melainkan Identifikasi dan Refleksi
Rapor
Pendidikan, sebagaimana ditegaskan dalam banyak kesempatan oleh
Kemendikbudristek, dirancang sebagai alat bantu refleksi bagi satuan
pendidikan. Fungsinya adalah untuk mengidentifikasi masalah yang menghambat
peningkatan kualitas pembelajaran. Data yang disajikan dalam rapor mencakup
berbagai indikator, mulai dari hasil belajar siswa, iklim keamanan, hingga
kompetensi guru, yang diukur secara komprehensif.
Salah satu sumber terpercaya, seperti yang diungkapkan oleh Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikbudristek, menjelaskan bahwa Rapor Pendidikan dirancang untuk memandu satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan berbasis data. Sebelum adanya Rapor Pendidikan, perencanaan bersifat top-down dan tidak selalu didasarkan pada data yang akurat dan sesuai dengan kondisi sekolah.
Dengan Rapor Pendidikan, sekolah dapat menganalisis
data, menemukan penyebab dari sebuah permasalahan, dan kemudian merumuskan
solusi yang tepat sasaran. Proses ini mengubah paradigma dari "menunggu
perintah" menjadi "bertindak berdasarkan fakta."
Mengapa Penilaian dan Perbandingan Itu Kontraproduktif
Ketika sebuah instrumen digunakan untuk tujuan yang tidak seharusnya, konsekuensinya bisa sangat merusak. Menggunakan Rapor Pendidikan untuk menilai dan membandingkan sekolah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Pertama, hal ini berpotensi memicu persaingan yang tidak sehat.
Sekolah akan berfokus pada
upaya untuk "memperbaiki rapor" agar terlihat baik, alih-alih
melakukan perbaikan substantif pada proses pembelajaran. Misalnya, sekolah bisa
saja mengarahkan sumber daya untuk meningkatkan skor pada indikator tertentu
tanpa mengatasi masalahnya.
Kedua, perbandingan antar-sekolah juga mengabaikan konteks dari setiap satuan pendidikan. Sebuah sekolah di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses dan sumber daya tidak bisa disandingkan secara adil dengan sekolah di perkotaan yang memiliki fasilitas lengkap.
Perbandingan semacam itu akan menjustifikasi
ketimpangan dan bahkan bisa mematahkan semangat para pendidik yang sudah
berjuang. Oleh karena itu, Kemendikbudristek secara tegas melarang penggunaan
Rapor Pendidikan untuk pemeringkatan atau "ranking" sekolah.
Di sisi lain, penting untuk memahami bahwa Rapor Pendidikan justru dirancang sebagai instrumen yang akan mempermudah proses administrasi. Dengan adanya data yang terintegrasi dan mudah diakses, kepala sekolah tidak perlu lagi pusing dengan tumpukan dokumen dan laporan yang rumit.
Data dari rapor dapat digunakan untuk
menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Sekolah (APBS), menjadikan proses perencanaan jauh lebih efisien dan berbasis
bukti.
Membandingkan dengan Pilihan Jawaban Lain
Pilihan
jawaban yang diberikan dalam pertanyaan diata penting untuk dipahami.
A. Rapor pendidikan mengidentifikasi akar permasalahan
Pernyataan ini tepat. Seperti
yang telah dijelaskan, tujuan utama dari Rapor Pendidikan adalah membantu
sekolah menemukan akar permasalahan yang menghambat peningkatan kualitas.
B. Rapor pendidikan sebagai instrumen refleksi
Pernyataan ini juga tepat. Rapor
Pendidikan adalah alat bagi sekolah untuk melakukan refleksi secara mandiri,
bukan sebagai alat penilaian dari pihak luar.
D. Rapor pendidikan mempermudah proses administrasi
Pernyataan ini juga tepat.
Ketersediaan data yang terintegrasi dan terpusat dalam Rapor Pendidikan
mempermudah proses perencanaan dan administrasi di tingkat sekolah.
Dengan
demikian, pernyataan yang kurang tepat adalah C. Rapor pendidikan digunakan
untuk menilai dan membandingkan kualitas sekolah. Suatu kesalahpahaman yang
harus diluruskan agar Rapor Pendidikan dapat berfungsi optimal sesuai dengan
tujuannya. Rapor Pendidikan adalah tentang pertumbuhan, bukan tentang
kompetisi.