Pak Ahmad adalah seorang guru sosiologi SMA. Pak Ahmad telah menyiapkan beberapa
pertanyaan untuk memandu proses refleksi tersebut. Pada hari tersebut Pak Ahmad
merupakan guru terakhir yang masuk di kelas sebelum menjelang jam pulang.
Ketika
menjelang akhir pembelajaran, Pak Ahmad pun mengajak peserta didiknya untuk
melakukan refleksi bersama, namun suasana kelas pada saat tersebut cukup panas
dan riuh.
Apa yang dapat dilakukan Pak Ahmad untuk menciptakan kondisi kelas sehingga peserta didik tenang, dan dapat mencari posisi yang nyaman untuk melakukan refleksi?
a. Meminta
peserta didik mencatat pertanyaan - pertanyaan panduan refleksi dan
menyelesaikannya di rumah
b. Meminta
peserta didik untuk masuk sesi refleksi tanpa mengkondisikan suasana kelas yang
panas dna riuh
c.
Mengkondisikan peserta didik untuk mulai duduk tenang dan mencari posisi yang
nyaman untuk melakukan refleksi
d. Mengajak
peserta didik untuk hadir lebih awal ke sekolah besok pagi untuk sesi refleksi
bersama di kelas
Jawaban: c. Mengkondisikan peserta didik untuk mulai duduk tenang dan mencari posisi yang nyaman untuk melakukan refleksi
Menjelang sore di sebuah SMA negeri di pinggiran kota, udara panas bercampur debu dari halaman sekolah yang kering mulai masuk melalui jendela kelas yang terbuka lebar. Jam pelajaran hampir usai, dan para siswa sudah terlihat letih setelah menjalani rangkaian pembelajaran sepanjang hari.
Suasana ruang kelas terasa
riuh, bukan hanya karena perbincangan ringan antar siswa, tetapi juga karena
rasa jenuh. Pada saat itulah, Pak Ahmad, seorang guru sosiologi yang dikenal
tegas sekaligus sabar, melangkah masuk ke kelas. Beliau adalah guru terakhir
yang mengajar sebelum bel pulang berbunyi.
Hari itu, Pak Ahmad sudah menyiapkan sejumlah pertanyaan refleksi yang beliau rancang dengan cermat. Tujuannya yaitu membantu para siswa meninjau kembali pembelajaran yang telah dijalani, memahami materi yang dipelajari, dan mengasah kemampuan berpikir kritis.
Menurut Brookfield, refleksi adalah momen penting di
mana peserta didik dapat mengkaji pengalaman belajar untuk memperoleh pemahaman
lebih lanjut.
Tantangan Pak Ahmad adalah seorang guru sosiologi SMA
Ketika Pak
Ahmad mengajak peserta didik untuk memulai sesi refleksi bersama, beliau
dihadapkan pada kenyataan bahwa suasana kelas tidak kondusif. Udara panas
membuat siswa tampak gelisah, beberapa mengipas-ngipaskan buku, sementara yang
lain bercakap-cakap tanpa memperhatikan instruksi awal. Kebisingan dari sudut
ruangan membuat suasana sulit diarahkan ke kondisi tenang.
Sehingga
muncul tantangan yang dihadapi Pak Ahmad yaitu bagaimana menciptakan suasana
yang kondusif untuk kegiatan yang membutuhkan ketenangan, fokus, dan
kenyamanan? Refleksi bukan mengajukan pertanyaan, tetapi juga mendukung siswa
untuk berpikir jernih.
Pilihan Strategi: Membandingkan Alternatif Jawaban
Ada beberapa
alternatif tindakan yang dapat dipertimbangkan oleh Pak Ahmad dalam situasi
seperti ini:
a. Meminta siswa mencatat pertanyaan panduan refleksi dan menyelesaikannya di rumah
Pilihan ini
memang memberikan fleksibilitas waktu dan menghindarkan Pak Ahmad dari repotnya
mengatur kelas yang riuh. Namun, risikonya yaitu hilangnya momen refleksi
bersama yang sarat interaksi dan saling tukar pandangan. Refleksi yang
dilakukan secara bersama dapat meningkatkan pemahaman siswa karena adanya
pertukaran ide. Jika dikerjakan di rumah, proses tersebut menjadi individual
dan rentan diabaikan.
b. Langsung masuk ke sesi refleksi tanpa mengkondisikan suasana kelas
Ini adalah
pilihan yang paling berisiko. Refleksi memerlukan fokus mental, tanpa
ketenangan, siswa cenderung mengerjakan secara asal-asalan. Hasilnya menjadi
dangkal, hanya sebatas formalitas. Kondisi kelas yang panas dan riuh akan
membuat konsentrasi terpecah, sehingga tujuan utama refleksi tidak tercapai.
c. Mengkondisikan siswa untuk mulai duduk tenang dan mencari posisi yang nyaman untuk melakukan refleksi
Inilah
pendekatan yang ideal. Sebelum memulai, Pak Ahmad perlu mengambil beberapa
menit untuk menurunkan tingkat kebisingan dan memastikan siswa merasa nyaman
secara fisik. Misalnya, dengan menutup sebagian jendela untuk mengurangi panas
berdebu, meminta siswa berpindah tempat duduk jika perlu, atau memberikan
instruksi relaksasi singkat. Pengelolaan kelas yang efektif sebelum kegiatan
akan meningkatkan keterlibatan siswa hingga 31%.
d. Mengajak siswa hadir lebih awal ke sekolah besok pagi untuk refleksi
Ide ini
mungkin terdengar praktis, namun kurang realistis. Tidak semua siswa memiliki
fleksibilitas untuk datang lebih awal. Selain itu, memindahkan refleksi ke hari
berikutnya berisiko mengurangi kesesuaian karena jarak waktu yang terlalu
panjang dari momen pembelajaran.
Mengapa Mengkondisikan Kelas Adalah Pilihan Terbaik
Memilih opsi
ketiga berarti Pak Ahmad tidak hanya memikirkan isi refleksi, tetapi juga
kualitas prosesnya. Dengan suasana yang nyaman, siswa dapat lebih jujur,
terbuka dalam merespons pertanyaan.
Pak Ahmad dapat memulai dengan teknik sederhana:
- Mengatur posisi duduk melingkar atau setengah lingkaran untuk meningkatkan rasa kebersamaan.
- Mengajak siswa menarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk menurunkan ketegangan.
- Memberikan penjelasan singkat tentang pentingnya refleksi, sehingga siswa memahami alasan di balik kegiatan tersebut.
Dengan
demikian, sesi refleksi tidak hanya menjadi rutinitas penutup pembelajaran,
melainkan pembelajaran yang membantu siswa menghubungkan pengalaman belajar
dengan nyaman.