Ragam bentuk dari rancangan pembelajaran adalah ...
A. RPP
B. Modul
ajar
C. Lesson
plan
D. Benar
semua
Jawaban: D. Benar semua
Perubahan
kurikulum, perkembangan teknologi, dan kebutuhan peserta didik yang kian
beragam menuntut adanya adaptasi. Salah satu dalam proses adaptasi adalah
rancangan pembelajaran. Namun, dalam praktik di lapangan, kita mengenal beragam
istilah yang dianggap berbeda, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
Modul Ajar, dan Lesson Plan. Pertanyaannya, apakah ketiganya adalah entitas
yang benar-benar berbeda, ataukah hanya variasi dari konsep yang sama?
RPP: Pilar Kurikulum 2013
Pada era
implementasi Kurikulum 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi
acuan utama bagi guru. RPP dirancang untuk menjabarkan silabus secara lebih
terperinci. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016, RPP setidaknya harus memuat identitas mata
pelajaran, kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian
kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode, media, sumber
belajar, dan penilaian. Struktur yang rigid bertujuan untuk memastikan setiap
guru memiliki panduan yang jelas dalam setiap sesi pembelajaran.
Dalam
pendidikan saat itu, RPP digambarkan sebagai instrumen kontrol kualitas. RPP
dianggap terlalu tebal dan memberatkan guru dengan tugas-tugas administratif.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi dengan siswa atau
mengembangkan metode kreatif tersita untuk menyusun RPP yang
"sempurna" di atas kertas. Situasi ini memicu perdebatan tentang RPP:
apakah ia benar-benar memfasilitasi pembelajaran, atau justru menjadi beban
birokrasi?
Modul Ajar: Fleksibilitas dalam Kurikulum Merdeka
Pemerintah
melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek) memperkenalkan Modul Ajar sebagai salah satu perangkat
utama. Jika RPP pada Kurikulum 2013 cenderung bersifat seragam, Modul Ajar
memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk berkreasi.
Modul Ajar
dapat dikembangkan dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disusun oleh guru
sendiri, atau menggunakan modul yang sudah disediakan oleh pemerintah. Hal ini
termaktub dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka yang
diterbitkan oleh Kemendikbudristek.
Guru bisa
memilih untuk menyusun Modul Ajar yang ringkas, atau bahkan cukup membuat
"Rencana Pelaksanaan Pembelajaran" sederhana yang hanya memuat tiga
komponen yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen.
Lesson Plan: Inspirasi dari Barat
Sementara
RPP dan Modul Ajar adalah istilah yang lekat dengan kebijakan pendidikan di
Indonesia, Lesson Plan adalah terminologi yang lebih universal. Terutama di
dunia internasional, Lesson Plan menjadi istilah standar untuk merujuk pada
rancangan pembelajaran. Secara esensi, Lesson Plan tidak jauh berbeda.
Lesson Plan
umumnya memuat tujuan pembelajaran (learning objectives), alokasi waktu,
prosedur kegiatan (step-by-step activities), bahan ajar, dan metode evaluasi.
Salah satu karakter utama Lesson Plan adalah fleksibilitasnya. Setiap institusi
atau bahkan setiap guru dapat mengembangkan format yang paling sesuai dengan
kebutuhan.
Dari
penjelasan di atas, menjadi jelas bahwa RPP, Modul Ajar, dan Lesson Plan adalah
variasi dari satu konsep yang sama yaitu rancangan pembelajaran. Setiap istilah
pendekatan yang berbeda, dipengaruhi oleh kebijakan kurikulum yang berlaku pada
masanya.
- RPP mencerminkan pendekatan yang terstruktur, terpusat, dan terikat pada kompetensi yang telah ditetapkan secara nasional.
- Modul Ajar mewakili pendekatan yang lebih fleksibel, berorientasi pada otonomi guru, dan berfokus pada hasil belajar yang kontekstual.
- Lesson Plan adalah istilah yang digunakan secara global, yang menekankan pada perencanaan praktis tanpa terikat pada format yang terlalu kaku.
Pada
akhirnya, apa pun namanya, tujuan utama dari setiap rancangan pembelajaran
adalah sama yaitu membantu guru menyelenggarakan proses belajar mengajar yang
efektif dan sesuai bagi peserta didik. Oleh karena itu, jawaban "Benar
Semua" bukanlah sekadar pilihan ganda yang tepat, melainkan sebuah
pernyataan yang mengakui keragaman dalam pendidikan.