Tujuan bahan kemasan harus bersifat inert adalah ...
a. Mudah
dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah
b. Dapat
mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk
c. Agar
mampu menahan air atau kelembaban udara di dalam kemasan
d. Kemasan
tidak mudah rusak
e. Kemasan
mudah dibentuk dan dicetak
Jawaban: b. Dapat mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk
Kemasan
merupakan bagian dari setiap produk, baik itu makanan, minuman, obat-obatan,
atau barang konsumen lainnya. Tanpa kemasan yang tepat, kualitas dan keamanan
produk akan beresiko. Kemasan berfungsi untuk melindungi produk dari faktor
eksternal yang dapat merusak, serta untuk mempermudah distribusi dan
penyimpanan.
Salah satu
sifat penting yang harus dimiliki oleh bahan kemasan adalah bersifat inert.
Bahan kemasan yang bersifat inert berarti bahan yang tidak berreaksi atau tidak
mempengaruhi isi produk yang dikemas. Sifat inert sangat penting untuk
memastikan bahwa bahan kemasan tidak mengubah warna, aroma, atau cita rasa
produk di dalamnya.
Bahan
kemasan yang bersifat inert memastikan bahwa produk tetap dalam kondisi yang
sama saat kemasan pertama kali diproduksi hingga kemasan dibuka oleh konsumen.
Ketika mengemas makanan, perubahan warna, aroma, dan cita rasa sangat
memengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas produk.
Jika bahan
kemasan bereaksi dengan produk, hal ini dapat mengarah pada penurunan kualitas
produk. Oleh karena itu, untuk menjaga keutuhan produk, bahan kemasan harus
memilih bahan yang tidak bersentuhan dengan isi kemasan, sehingga melindungi
kualitas produk.
Mengapa Mempertahankan Warna, Aroma, dan Cita Rasa Itu Penting ?
Menurut
pendapat konsumen, terutama untuk produk makanan dan minuman, kualitas seperti
rasa, bau, dan penampilan adalah faktor utama yang menentukan apakah suatu
produk akan diterima atau ditolak oleh pasar. Ketika produk makanan dikemas,
warna, aroma, dan rasa adalah aspek yang langsung dirasakan oleh
konsumen.
Bayangkan
sebuah produk minuman yang kemasannya mengeluarkan bau plastik atau bahkan rasa
yang tidak sedap setelah beberapa waktu disimpan. Hal itu tentu akan merusak
pengalaman konsumsi dan menyebabkan hilangnya kepercayaan konsumen terhadap
suatu produk.
Penggunaan
bahan kemasan yang inert, seperti plastik, kaca, atau logam, yang tidak
bereaksi dengan produk adalah langkah penting dalam memastikan produk tetap
segar. Sebagai contoh, botol kaca sering dipilih untuk kemasan minuman seperti
anggur, jus, atau sirup karena tidak memengaruhi rasa dan aroma produk. Begitu
pula dengan kemasan makanan yang menggunakan bahan plastik yang telah dirancang
untuk tidak mempengaruhi dengan bahan-bahan kimia dalam makanan.
Bahan
kemasan yang tidak inert, di sisi lain, dapat mengubah komposisi kimia produk.
Sebagai contoh, makanan yang dikemas dalam wadah dengan bahan yang reaktif
dapat mengubah warna produk, atau bahkan memunculkan rasa logam yang
tidak diinginkan.
Pada produk
makanan yang rentan terhadap oksidasi seperti daging, perubahan dapat terjadi
lebih cepat, menyebabkan produk menjadi tidak layak konsumsi meski masih telah
mencapai tanggal kedaluwarsa yang tertera.
Perbandingan Dengan Pilihan Jawaban Lain
Untuk
memahami pentingnya sifat inert pada bahan kemasan, mari kita bandingkan dengan
pilihan jawaban lain yang mungkin tampak sesuai, namun tidak sepenting sifat
inert dalam menjaga kualitas produk.
a. Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah
Pilihan ini
lebih mengarah pada aspek ekonomi dalam produksi kemasan. Memang, kemasan yang
mudah diproduksi secara massal dan memiliki biaya rendah sangat penting,
terutama dalam industri yang memproduksi barang dalam jumlah besar.
Namun, tidak
sepenuhnya mengatasi masalah kualitas produk, yang tetap harus dijaga dalam
kondisi terbaik. Meskipun harga murah dan kemudahan produksi sangat
penting dalam memastikan efisiensi, tetapi tidak menjamin bahwa kemasan
tersebut akan menjaga kualitas produk dengan baik.
c. Agar mampu menahan air atau kelembaban udara di dalam kemasan
Tahan
terhadap kelembaban adalah fitur yang sangat dibutuhkan untuk produk-produk
tertentu, seperti makanan kering atau produk elektronik. Namun, meskipun
penting untuk beberapa jenis produk, sifat ini tidak selalu berkaitan langsung
dengan bahan kemasan untuk mempertahankan warna, aroma, atau rasa.
Sebagai
contoh, produk makanan yang mengandung bahan-bahan cair, seperti saus atau sup,
membutuhkan kemasan yang tahan terhadap kebocoran dan kelembaban. Tetapi pada
produk kering seperti biskuit atau sereal, menjaga kelembaban tetap terkontrol
tidak berarti dapat melindungi rasa dan aroma dari perubahan yang disebabkan
oleh reaksi kimia dengan bahan kemasan.
d. Kemasan tidak mudah rusak
Meskipun
ketahanan terhadap kerusakan sangat penting untuk melindungi produk selama
distribusi, tapi hanya berfokus pada aspek fisik dari kemasan. Bahan kemasan
yang kuat dan tahan lama memang mengurangi risiko kerusakan selama pengiriman
dan penyimpanan,
tetapi
ketahanan kemasan tidak selalu berarti bahan kemasan tersebut tidak akan
mempengaruhi produk di dalamnya. Oleh karena itu, meskipun kemasan sangat
penting untuk ketahanan produk, kualitas sensorik produk tetap harus dijaga
dengan memilih bahan yang inert.
e. Kemasan mudah dibentuk dan dicetak
Kemudahan
dalam pembentukan dan pencetakan kemasan sangat penting untuk menarik perhatian
konsumen dan untuk memastikan branding yang tepat. Namun, kemasan yang menarik
atau mudah dibentuk tidak menjamin bahwa produk yang ada di dalamnya akan tetap
dalam kondisi terbaik. Kemasan yang hanya
mempertimbangkan estetika dan desain tanpa mempertimbangkan
reaktivitas terhadap isi dapat mengakibatkan perubahan yang merugikan pada
produk.
Secara
keseluruhan, tujuan utama bahan kemasan yang bersifat inert adalah untuk
menjaga kualitas produk, terutama dalam hal warna, aroma, dan cita rasa.
Pilihan untuk menggunakan bahan kemasan inert, yang tidak bereaksi dengan isi
kemasan, memastikan bahwa produk sampai ke konsumen dengan kualitas yang tetap
terjaga seperti saat diproduksi.
Dengan demikian, di antara pilihan-pilihan yang ada, jawabannya adalah bahwa tujuan bahan kemasan harus bersifat inert adalah b. Dapat mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk.

