Wawancara
merupakan salah satu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan melalui tanya
jawab antara pewawancara dan narasumber. Melalui wawancara, seseorang dapat
memperoleh data, pendapat, pengalaman, dan informasi langsung dari sumber yang
terpercaya. Oleh karena itu, wawancara harus dipersiapkan sebaik mungkin agar
hasil yang diperoleh benar-benar maksimal dan sesuai dengan tujuan yang
diharapkan.
Persiapan
wawancara menjadi hal yang sangat penting karena menentukan kelancaran dan
keberhasilan proses wawancara. Tanpa persiapan yang matang, wawancara dapat
berjalan tidak terarah, pertanyaan menjadi kurang jelas, dan informasi yang
diperoleh tidak lengkap. Pewawancara yang tidak siap juga berisiko kehilangan
fokus sehingga tujuan utama wawancara tidak tercapai. Dengan persiapan yang
baik, wawancara akan berlangsung lebih sistematis, efektif, dan efisien.
Salah satu
bentuk persiapan utama dalam wawancara adalah memahami topik yang akan dibahas.
Pewawancara perlu mencari informasi awal mengenai tema wawancara agar dapat
menyusun pertanyaan yang tepat. Selain itu, pewawancara juga harus mengenal
latar belakang narasumber, seperti profesi, pengalaman, atau peran narasumber
dalam topik yang dibahas. Pengetahuan ini membantu pewawancara menggali
informasi lebih dalam dan menghindari pertanyaan yang kurang tepat.
Persiapan
berikutnya adalah menyusun daftar pertanyaan wawancara. Pertanyaan sebaiknya
disusun secara runtut, dimulai dari pertanyaan pembuka yang bersifat umum,
kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan inti, dan diakhiri dengan pertanyaan
penutup. Pertanyaan harus menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan mudah
dipahami. Dengan pertanyaan yang terencana, wawancara akan berjalan lebih
terarah dan informasi yang diperoleh menjadi lebih lengkap serta akurat.
Selain
pertanyaan, pewawancara juga perlu mempersiapkan perlengkapan wawancara.
Perlengkapan tersebut dapat berupa alat tulis, buku catatan, kamera, atau alat
perekam suara. Alat perekam sangat berguna untuk merekam jawaban narasumber
secara lengkap sehingga tidak ada informasi penting yang terlewat. Namun,
penggunaan alat perekam harus dilakukan dengan izin narasumber sebagai bentuk
etika dan sikap saling menghargai.
Sikap dan
penampilan pewawancara juga menjadi bagian penting dari persiapan wawancara.
Pewawancara harus bersikap sopan, ramah, dan menghormati narasumber. Sikap yang
baik akan membuat narasumber merasa nyaman dan terbuka dalam memberikan
jawaban. Penampilan yang rapi dan sopan juga dapat menimbulkan kesan positif
sehingga wawancara dapat berlangsung dengan suasana yang kondusif.
Dengan
persiapan yang matang, wawancara akan memberikan banyak manfaat. Informasi yang
diperoleh menjadi lebih jelas, terpercaya, dan sesuai dengan kebutuhan. Hasil
wawancara yang baik dapat dijadikan bahan laporan, artikel, atau karya tulis
yang berkualitas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa wawancara harus
dipersiapkan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal, akurat, dan
bermanfaat.

