Pembelajaran
yang berkualitas tidak dapat berjalan secara optimal apabila hanya bertumpu
pada peran guru semata. Dalam kurikulum pendidikan saat ini, khususnya yang
sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka dan filosofi Ki Hadjar Dewantara,
pembelajaran dipahami sebagai sebuah proses yang melibatkan berbagai pihak
dalam satu ekosistem pendidikan. Oleh karena itu, pelibatan pemangku
kepentingan menjadi penting untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada
murid, dan berkelanjutan.
1. Murid sebagai Subjek Utama Pembelajaran
Pihak utama
yang saya libatkan dalam pembelajaran adalah murid. Murid tidak lagi
diposisikan sebagai objek penerima materi, melainkan sebagai subjek yang
terlibat dalam seluruh proses pembelajaran. Pelibatan murid dilakukan melalui
berbagai strategi, seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis masalah,
refleksi diri, serta pemberian ruang bagi murid untuk menyampaikan pendapat dan
penilaian terhadap proses belajar.
Dengan
melibatkan murid secara aktif, saya dapat lebih memahami kebutuhan belajar,
minat, serta potensi yang dimiliki masing-masing murid. Hal ini juga mendukung
penerapan pembelajaran berdiferensiasi, di mana murid diberikan kesempatan
untuk belajar sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajarnya.
2. Rekan Guru sebagai Mitra Kolaborasi
Rekan
sejawat merupakan pihak penting yang saya libatkan dalam pembelajaran, terutama
dalam konteks peningkatan kualitas mengajar. Kolaborasi dengan rekan guru
dilakukan melalui diskusi informal, komunitas belajar guru, serta kegiatan
refleksi bersama terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Melalui
kolaborasi ini, saya memperoleh masukan, inspirasi strategi pembelajaran baru,
serta kesempatan untuk berbagi praktik baik. Keterlibatan rekan guru membantu
saya untuk tidak bekerja sendiri, melainkan bekerjasama dalam budaya belajar
yang saling mendukung.
3. Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran Lain
Dalam
pembelajaran lintas konteks, saya juga melibatkan wali kelas dan guru mata
pelajaran lain. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pendekatan
pembelajaran, penguatan karakter murid, serta pemantauan perkembangan murid.
Dengan
adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antar guru, pembelajaran menjadi
lebih terintegrasi. Murid tidak melihat pembelajaran sebagai bagian yang
terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan pengalaman belajar yang saling
berkaitan.
4. Orang Tua atau Wali Murid sebagai Mitra Pendidikan
Orang tua
atau wali murid turut saya libatkan sebagai mitra dalam mendukung pembelajaran
murid. Pelibatan ini dilakukan melalui komunikasi rutin mengenai perkembangan
belajar murid, penyampaian informasi terkait tujuan pembelajaran, serta diskusi
tindak lanjut yang dapat dilakukan di rumah.
Keterlibatan
orang tua sangat membantu dalam menciptakan kesinambungan antara pembelajaran
di sekolah dan di lingkungan rumah. Dukungan orang tua juga berperan penting
dalam membangun motivasi belajar, kedisiplinan, dan karakter murid.
5. Kepala Sekolah dan Tim Satuan Pendidikan
Kepala
sekolah dan tim satuan pendidikan juga menjadi pihak yang terlibat dalam
pembelajaran yang saya lakukan. Dukungan diberikan melalui supervisi akademik,
fasilitasi pengembangan kompetensi guru, serta kebijakan sekolah yang mendukung
pembelajaran berpihak pada murid.
Melalui supervisi dan pendampingan, saya mendapatkan penilaian yang membantu dalam merefleksikan pembelajaran dan merencanakan perbaikan yang berkelanjutan. Peran satuan pendidikan sangat penting dalam menciptakan situasi sekolah yang kondusif bagi inovasi pembelajaran.
Pelibatan
berbagai pihak dalam pembelajaran merupakan langkah strategis untuk menciptakan
sistem pendidikan yang berorientasi pada perkembangan murid secara utuh. Dengan
melibatkan murid, rekan guru, wali kelas, orang tua, serta pimpinan satuan
pendidikan, pembelajaran tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak,
melainkan usaha bersama untuk menuntun murid mencapai keselamatan dan
kebahagiaan sesuai kodratnya.
Pendekatan
ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan kolaborasi,
refleksi, dan keberpihakan pada murid sebagai acuan utama dalam peningkatan
kualitas pembelajaran.

