Berikut faktor yang termasuk unsur mengurangi risiko usaha adalah adanya …
a. Kerja
keras, pesimis, dan inovasi
b. Ide,
strategi, dan pesimis
c.
Kemampuan, kerja keras, dan inovasi
d. Peluang,
kekuatan usaha, dan pesimis
Jawaban: c. Kemampuan, kerja keras, dan inovasi
Dalam dunia usaha, risiko merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Setiap pelaku bisnis, baik skala kecil maupun besar, pasti berhadapan dengan ketidakpastian, mulai dari persaingan pasar, perubahan regulasi, hingga kebutuhan konsumen.
Dengan strategi yang tepat, risiko justru dapat diminimalisasi bahkan diubah
menjadi peluang. Salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko usaha adalah
adanya kemampuan, kerja keras, dan inovasi.
Kemampuan sebagai Fondasi Dasar
Kemampuan
seorang wirausahawan tidak terbatas pada keterampilan teknis, melainkan juga
mencakup pengetahuan manajerial, kemampuan analisis pasar, serta kecakapan
mengambil keputusan. Menurut Peter F. Drucker, seorang pakar manajemen modern,
kemampuan adaptasi dan manajerial seorang pengusaha menjadi faktor utama
keberlanjutan bisnis.
Contoh pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sekitar 60% UMKM yang gagal bertahan di tiga tahun pertama disebabkan oleh kurangnya kemampuan pengelolaan usaha, bukan semata-mata karena persaingan.
Artinya, kemampuan membaca peluang, mengelola
keuangan, dan membangun strategi pemasaran adalah faktor untuk mengurangi
risiko usaha.
Kerja Keras sebagai Faktor Penggerak
Kerja keras menjadi faktor penting dalam menghadapi ketidakpastian bisnis. Banyak usaha yang gagal bukan karena ide yang buruk, melainkan karena kurangnya ketekunan dalam menjalankannya. Kerja keras terlihat dari konsistensi dalam mengelola usaha sehari-hari. Misalnya, GoTo (Gojek-Tokopedia), bisa berdiri dari perjuangan para pendirinya.
Nadiem Makarim, pendiri Gojek, memulai bisnis dengan layanan ojek online, kirim barang, dan pesan makanan. Namun melalui kerja keras bersama tim dengan mengelola sistem, memperluas mitra, serta meyakinkan investor, Gojek berhasil menjadi salah satu perusahaan besar di ASEAN.
Dalam
konteks mengurangi risiko, kerja keras berarti tidak cepat menyerah ketika
usaha menghadapi hambatan. Sebaliknya, setiap tantangan dipandang sebagai
proses pembelajaran untuk memperkuat strategi usaha.
Inovasi untuk menghadapi Persaingan
Jika
kemampuan adalah fondasi, dan kerja keras sebagai faktor penggerak, maka
inovasi adalah strategi untuk bertahan sekaligus berkembang. Peter F. Drucker,
tokoh manajemen terkemuka, menyebut inovasi sebagai instrumen utama
kewirausahaan. Tanpa inovasi, sebuah usaha akan tertinggal dan akhirnya
ditinggalkan konsumen.
Inovasi
tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Kadang, inovasi
dapat berupa perbaikan layanan, metode pemasaran kreatif, atau pemanfaatan
teknologi sederhana untuk meningkatkan efisiensi.
Contoh pada
warung tradisional yang kini beradaptasi dengan layanan pesan antar online.
Dengan masuk ke platform digital, usaha kecil tersebut tidak hanya bertahan,
tetapi juga mampu memperluas jangkauan pelanggan.
Mengapa Tiga Unsur Ini Dapat Mengurangi Risiko Usaha ?
- Kemampuan membantu pengusaha mengantisipasi masalah dengan perencanaan yang matang.
- Kerja keras membuat usaha tetap berjalan meski menghadapi rintangan.
- Inovasi memastikan usaha tidak statis, melainkan selalu relevan dengan kebutuhan pasar.
Mengapa Bukan Pesimis ?
Dalam
pilihan jawaban soal, beberapa opsi menyebutkan faktor “pesimis”. Pesimisme
adalah sikap mental yang berlawanan dengan jiwa kewirausahaan. Sikap pesimis
membuat pelaku usaha enggan mengambil keputusan, takut mencoba, dan mudah
menyerah. Alih-alih mengurangi risiko, pesimisme justru memperbesar peluang
kegagalan.
Mengurangi risiko usaha bukan berarti menghindari risiko sepenuhnya, melainkan mengelola dan meminimalkannya dengan bijak. Dalam hal ini, kemampuan, kerja keras, dan inovasi adalah kombinasi yang terbukti efektif.
Ada kisah sukses wirausaha,
baik skala besar maupun kecil, menunjukkan mampu bertahan bukan yang tanpa
risiko, melainkan menjalani ketiga faktor tersebut.
Oleh karena
itu, setiap calon wirausahawan perlu membekali diri dengan kemampuan
berwirausaha, mengasah etos kerja keras, dan tidak berhenti berinovasi. Dengan
begitu, risiko dapat diubah menjadi peluang, dan usaha pun berpotensi
berkembang lebih berkelanjutan.

