Berikut pernyataan yang bukan merupakan kriteria dari pemahaman bermakna adalah ...

 

Berikut pernyataan yang bukan merupakan kriteria dari pemahaman bermakna adalah ...

Berikut pernyataan yang bukan merupakan kriteria dari pemahaman bermakna adalah ...

 

A. Merupakan pemahaman praktis

B. Mencerminkan kesimpulan dari pembelajaran

C. Didapat melalui berbagai proses pencarian belajar

D. Tidak memiliki jawaban 'benar' atau 'salah'

 

Jawaban: A. Merupakan pemahaman praktis

 

Istilah pemahaman bermakna (meaningful understanding) menjadi salah satu indikator untuk menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada pemahaman materi secara mendalam. Pemahaman bermakna, menurut para ahli yaitu menilai kemampuan peserta didik untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Seorang pendidik profesional akan menyadari bahwa pemahaman bermakna bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang terwujud dalam berbagai aspek.

 

Penjelasan Kriteria Pemahaman Bermakna

Menurut Jay McTighe dan Grant Wiggins, dua nama besar pencetus kurikulum berbasis pemahaman, pemahaman bermakna dapat dikenali dari enam aspek, yang disebut sebagai Enam Sisi Pemahaman (Six Facets of Understanding). Meskipun model ini tidak disebutkan dalam pilihan jawaban, tetapi sesuai dan dapat menjadi tolok ukur yang kredibel. Enam sisi tersebut meliputi:

 

  • Kemampuan Menjelaskan: Peserta didik dapat menjelaskan materi dengan kata-kata sendiri dan mengaitkannya dengan topik lain.
  • Kemampuan Menafsirkan: Peserta didik mampu memberikan makna atau perspektif pribadi terhadap suatu informasi.
  • Kemampuan Menerapkan: Peserta didik dapat menggunakan pengetahuan dalam situasi baru dan sesuai.
  • Memiliki Perspektif: Peserta didik dapat melihat suatu isu dari berbagai sudut pandang.
  • Memiliki Empati: Peserta didik mampu memahami perasaan dan pandangan orang lain.
  • Memiliki Pengetahuan Diri: Peserta didik menyadari batas dan kekuatan pengetahuannya sendiri.

 

 

Perbandingan Pilihan Jawaban Lain

B. Mencerminkan kesimpulan dari pembelajaran.

Pernyataan ini sejalan dengan materi pemahaman bermakna. Proses pembelajaran yang efektif seharusnya mengarah pada sebuah kesimpulan yang bukan hanya jawaban tunggal, melainkan sebuah sintesis dari berbagai informasi yang telah dipelajari. 


Kesimpulan merupakan bukti bahwa peserta didik telah memahami materi, mampu menyerap informasi, dan merumuskan gagasan yang utuh. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan menjelaskan dan menafsirkan, di mana peserta didik merangkum pemahaman ke dalam sebuah pernyataan atau materi yang padu.

 

C. Didapat melalui berbagai proses pencarian belajar.

Pernyataan ini juga merupakan ciri dari pemahaman bermakna. Pemahaman yang tidak pernah didapat secara instan atau melalui satu metode saja. Melalui proses diskusi, penelitian, eksperimen, atau refleksi pribadi peserta didik memahami pengetahuan secara aktif, bukan hanya menerima saja. Hal ini mendukung aspek penerapan dan perspektif, di mana setiap siswa berinteraksi dengan informasi dari berbagai sumber.

 

D. Tidak memiliki jawaban 'benar' atau 'salah'.

Pernyataan ini adalah salah satu indikator paling kuat dari pemahaman bermakna. Dalam pemahaman pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka (open-ended), memicu pemikiran kritis, dan tidak bisa dijawab hanya dengan 'ya' atau 'tidak'. Ketika seorang pendidik menanyakan 'mengapa' atau 'bagaimana' daripada 'apa', maka sedang mendorong peserta didik untuk memahami informasi.

 

 

Mengapa Pilihan A Bukan Kriteria Pemahaman Bermakna ?

A. Merupakan pemahaman praktis.

Pernyataan ini bisa disalahpahami sebagai sinonim dari pemahaman bermakna. Namun, dalam konteks kriteria, pemahaman praktis adalah sebuah hasil, bukan kriteria. Pemahaman praktis merujuk pada kemampuan untuk menggunakan pengetahuan atau keterampilan dalam situasi nyata. Sehingga pemahaman praktis adalah salah satu manifestasi dari pemahaman bermakna, khususnya aspek penerapan.

 

Seseorang bisa saja memiliki pemahaman praktis (misalnya, tahu cara mengoperasikan mesin) tanpa benar-benar memahami teorinya (mengapa mesin itu bekerja seperti itu). Sebaliknya, seseorang bisa memiliki pemahaman tentang suatu materi teoretis (misalnya, fisika kuantum) yang tidak selalu dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tetap memiliki pemahaman yang sangat bermakna.

 

Dengan demikian, menyatakan bahwa pemahaman bermakna merupakan pemahaman praktis adalah pernyataan yang tidak tepat. Lebih akurat jika mengatakan bahwa pemahaman praktis adalah salah satu bukti dari pemahaman bermakna.

 

 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa pernyataan yang bukan merupakan kriteria dari pemahaman bermakna adalah A. Merupakan pemahaman praktis. Pemahaman bermakna adalah materi yang melibatkan pemikiran kritis, dan menghasilkan kesimpulan yang terstruktur. 


Pemahaman praktis hanya salah satu yang mungkin muncul dari proses tersebut. Oleh karena itu, harus membedakan antara kriteria pemahaman yang mendalam dengan salah satu hasil dari pemahaman bermakna.

LihatTutupKomentar