Sejak
diluncurkannya Kurikulum Merdeka, pendidikan Indonesia telah mengalami
perubahan. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka memberdayakan
satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan muatan
lokal dan kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi kurikulum merdeka tentu
tidak lepas dari tantangan.
PMM, sebuah
platform teknologi yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaaban,
Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). PMM adalah sistem yang
dirancang untuk mendukung guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya
dalam memahami, mengadaptasi, dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Peran
PMM begitu penting untuk akselerasi dan pemerataan implementasi kurikulum akan
menghadapi hambatan.
PMM sebagai Sumber Referensi dan Pembelajaran Mandiri
Salah satu
kontribusi terbesar PMM terletak pada perannya sebagai referensi dan pusat
pembelajaran mandiri yang tak terbatas. Sebelum PMM hadir, pemahaman tentang
kurikulum hanya terbatas pada pelatihan tatap muka yang terbatas jangkauannya.
Kini, dengan PMM, akses terhadap berbagai materi menjadi merata.
Data dari
Kemendikbudristek menunjukkan peningkatan dalam penggunaan PMM sejak
diluncurkan. Pengajar dapat menemukan modul-modul pelatihan interaktif yang
mencakup prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, contoh desain pembelajaran
berdiferensiasi, asesmen formatif, hingga tugas penguatan profil pelajar
Pancasila. Modul-modul ini disajikan secara sistematis, memungkinkan pendidik
untuk belajar sesuai ritme dan kebutuhan masing-masing, bahkan di daerah
terpencil sekalipun yang sulit dijangkau.
Selain
modul, PMM juga menyediakan lebih dari 2.700 video inspiratif dan praktik baik
dari guru-guru penggerak serta pakar pendidikan. Video-video ini tidak hanya
menjelaskan konsep, tetapi juga menyajikan contoh implementasi di kelas,
memberikan gambaran tentang bagaimana teori diterapkan. Adanya fitur asesmen
juga membantu guru memahami profil awal peserta didik, yang menjadi landasan
dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai filosofi Kurikulum
Merdeka.
Komunitas Belajar dan Kolaborasi Antar Guru
Kurikulum
Merdeka sangat menekankan pentingnya komunitas belajar dan kolaborasi. PMM
memfasilitasi hal ini secara efektif melalui fitur Komunitas Belajar. Fitur ini
memungkinkan para pendidik untuk membentuk kelompok diskusi, berbagi
pengalaman, mencari solusi atas tantangan, dan bahkan mengunggah karya untuk
mendapatkan penilaian.
Data
menunjukkan bahwa ada ribuan komunitas belajar aktif di PMM, tersebar di
seluruh provinsi. Sehingga menciptakan sebuah jejaring dukungan profesional
yang kuat. Seorang guru di pedalaman Papua dapat berinteraksi dan belajar dari
guru di kota besar, atau sebaliknya. Diskusi yang terjadi dalam komunitas juga
bisa membahas isu-isu seperti cara merancang modul ajar yang efektif, strategi
mengatasi kesulitan belajar siswa, atau berbagi ide tugas P5 yang inovatif.
PMM sebagai Gerbang Inovasi dan Apresiasi Praktik Baik
PMM
mendorong inovasi dengan menyediakan ruang bagi guru untuk berbagi hasil karya.
Guru dapat mengunggah modul ajar, rencana pembelajaran, video praktik mengajar,
hingga hasil tugas siswa yang menunjukkan implementasi Kurikulum Merdeka. Fitur
ini tidak hanya menjadi sarana dokumentasi, tetapi juga sumber inspirasi bagi
guru lain.
Tercatat
ratusan ribu bukti karya telah diunggah di PMM. Guru lain dapat mengunduh,
mengadaptasi, atau memodifikasi bukti karya sesuai dengan sekolah dan kebutuhan
peserta didiknya. Fitur bukti karya juga menjadi bentuk apresiasi bagi
guru-guru inovatif, memberikan pengakuan atas dedikasi dan kreativitas murid.
Secara tidak langsung juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui
mekanisme peer-learning dan peer-sharing.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Kesenjangan
akses internet dan ketersediaan perangkat di daerah-daerah terpencil masih
menjadi pekerjaan rumah. Selain itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk
meningkatkan literasi digital guru, memastikan bahwa semua pendidik dapat
memanfaatkan fitur-fitur PMM secara optimal.
Ke depan,
PMM diharapkan dapat terus berubah. Integrasi dengan sistem lain, fitur
personalisasi yang lebih canggih, serta perluasan konten yang sesuai dengan
perkembangan zaman adalah beberapa aspek yang dapat dikembangkan. PMM memiliki
potensi untuk menjadi ekosistem pembelajaran yang adaptif dan responsif
terhadap sistem pendidikan di Indonesia.