Proses yang dilakukan agar produk dapat bertahan lebih lama ...
a.
Pengemasan
b.
Pengawetan
c.
Pengolahan
d.
Pengeringan
e.
Pengembangan
Jawaban: b. Pengawetan
Kemampuan
suatu produk untuk mempertahankan kualitas dan keamanan sepanjang rantai pasok
hingga ke tangan konsumen adalah sebuah keniscayaan. Hal ini tidak hanya
memengaruhi kepuasan pelanggan, tetapi juga memiliki pengaruh ekonomi, mulai
dari pengurangan kerugian akibat kerusakan produk hingga perluasan jangkauan
pasar.
Artikel ini
akan menjelaskan mengapa pengawetan adalah proses yang memungkinkan produk
bertahan lebih lama, membandingkan dengan opsi jawaban lain, serta menyajikan
data dan sudut pandang berdasarkan fakta yang ada.
Pengawetan
Pengawetan,
dalam konteks teknologi pangan dan produk lainnya, merujuk pada serangkaian
teknik dan metode yang dirancang untuk menghambat atau menghentikan aktivitas
mikroorganisme enzim, dan reaksi kimia yang dapat menyebabkan kerusakan,
pembusukan, atau penurunan kualitas produk. Tujuannya adalah memperpanjang umur
simpan produk.
Apa yang
sebenarnya terjadi dalam proses pengawetan? Ketika suatu produk terpapar udara,
kelembaban, atau suhu yang tidak terkontrol, mikroorganisme mulai berkembang
biak dengan cepat, mengurai kandungan produk dan menghasilkan zat-zat yang
tidak diinginkan. Enzim alami dalam produk juga dapat memicu perubahan warna,
tekstur, dan rasa.
Metode Pengawetan yang Umum:
Pemanasan
Proses ini
melibatkan penerapan suhu tinggi untuk membunuh atau menonaktifkan
mikroorganisme dan enzim. Pasteurisasi pada susu menggunakan suhu yang lebih
rendah untuk jangka waktu tertentu, sementara sterilisasi produk kalengan
menggunakan suhu yang lebih tinggi untuk memastikan semua mikroorganisme
patogen dan perusak mati.
Pendinginan dan Pembekuan
Menurunkan
suhu akan memperlambat laju reaksi kimia dan pertumbuhan mikroorganisme.
Pendinginan pada produk segar memperpanjang umur simpan dalam hitungan hari
atau minggu, sementara pembekuan pada daging atau sayuran dapat memperpanjang
Waktu simpan hingga berbulan-bulan, bahkan tahun.
Pengeringan
Menghilangkan
sebagian besar kadar air dari produk akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme
karena membutuhkan air untuk bertahan hidup. Contohnya adalah buah kering, ikan
asin, atau rempah-rempah kering.
Penggunaan Bahan Kimia
Penambahan
zat aditif tertentu seperti asam benzoat, sulfit, atau nitrit dapat menghambat
pertumbuhan mikroorganisme atau oksidasi. Penggunaan pengawet harus sesuai
dengan regulasi keamanan pangan yang ketat.
Fermentasi
Proses ini
melibatkan penggunaan mikroorganisme baik untuk mengubah komposisi produk,
menghasilkan asam atau alkohol yang secara alami menghambat pertumbuhan
mikroorganisme perusak. Contohnya adalah yogurt, acar, atau tempe.
Pengemasan Atmosfer Termodifikasi (MAP)
Mengubah
komposisi gas di dalam kemasan dengan mengurangi oksigen dan meningkatkan
nitrogen atau karbon dioksida dapat memperlambat laju oksidasi dan pertumbuhan
mikroorganisme.
Data dari
berbagai lembaga seperti Food and Agriculture Organization menunjukkan bahwa
kerugian pascapanen dapat mencapai 30-40% di negara berkembang, sebagian besar
disebabkan oleh pembusukan. Proses pengawetan yang efektif untuk mengurangi dan
meningkatkan ketersediaan pangan, dan mendukung keamanan pangan global.
Membandingkan Pengawetan dengan Opsi Lain
Untuk
memahami mengapa pengawetan adalah jawaban yang paling tepat, mari kita telaah
opsi-opsi lain dan keterkaitannya dengan ketahanan produk:
a. Pengemasan
Pengemasan adalah proses membungkus atau melindungi produk. Meskipun penting untuk melindungi produk dari kontaminasi fisik, kimia, dan biologis, pengemasan bukanlah proses yang menghambat aktivitas mikroorganisme atau reaksi perusak. Sebuah produk yang sudah dalam kondisi tidak segar atau mengandung banyak mikroorganisme tidak akan menjadi tahan lama hanya dengan dikemas, bahkan dengan kemasan tercanggih sekalipun.
Pengemasan
lebih berfungsi sebagai pelengkap bagi proses pengawetan, melindungi hasil dari
proses pengawetan tersebut. Contohnya, susu yang dipasteurisasi membutuhkan
kemasan aseptik untuk menjaga sterilitasnya.
c. Pengolahan
Pengolahan
adalah istilah yang sangat luas, mencakup serangkaian pengolahan yang
diterapkan pada bahan mentah untuk mengubahnya menjadi produk akhir. Pengolahan
bisa termasuk mencuci, memotong, mencampur, memasak, dan banyak lagi. Beberapa
bentuk pengolahan, seperti pemanasan atau fermentasi, memang bagian dari metode
pengawetan.
Namun, tidak
semua bentuk pengolahan bertujuan untuk memperpanjang umur simpan. Misalnya,
memotong sayuran menjadi irisan adalah pengolahan, tetapi jika tidak diikuti
dengan pendinginan atau pengeringan, umur simpannya justru bisa lebih pendek.
d. Pengeringan
Pengeringan
adalah salah satu metode pengawetan yang sangat efektif. Seperti yang
dijelaskan di atas, pengeringan bisa menghilangkan kadar air untuk menghambat
pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, pengeringan adalah bagian dari
pengawetan.
Memilih
"pengeringan" sebagai jawaban utama akan mengecualikan metode
pengawetan penting lainnya seperti pendinginan, pemanasan, atau fermentasi yang
bertujuan dalam memperpanjang umur simpan produk.
e. Pengembangan
Pengembangan
produk mengacu pada seluruh proses produk, mulai dari ide, desain, pengujian,
hingga peluncuran. Dalam fase pengembangan, aspek ketahanan produk pasti
dipertimbangkan, dan proses pengawetan akan ditentukan. Namun, pengembangan
bukanlah sebuah "proses yang dilakukan agar produk dapat bertahan lebih
lama" dalam artian teknis seperti pengawetan.
Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa pengawetan adalah jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tentang "proses yang dilakukan agar produk dapat bertahan lebih lama".

