Bekerja
secara efisien dan efektif adalah keinginan semua orang. Namun, terkadang kita
dihadapkan pada situasi di mana pekerjaan terasa rumit dan memakan waktu
lama. Untuk mengatasi hal tersebut, penting untuk menerapkan cara
kerja yang bersistem.
Apa itu Cara Kerja yang Bersistem ?
Cara kerja
yang bersistem adalah pendekatan untuk menyelesaikan suatu tugas atau
pekerjaan. Cara kerja yang bersistem melibatkan perencanaan yang
matang, pelaksanaan langkah demi langkah, dan pemantauan kemajuan secara
berkala. Dengan kata lain, cara kerja yang bersistem berbeda dengan
pendekatan yang asal mengerjakan tidak sesuai rencana. Mari kita
lihat ciri-ciri dari cara kerja yang bersistem:
- Terorganisir: Setiap langkah
dalam proses diatur dan saling berkaitan. Membantu menghindari
kebingungan dan memastikan semua aspek pekerjaan tertangani dengan baik.
- Standar: Terdapat standar atau
pedoman yang jelas untuk menyelesaikan tugas. Standar ini bisa berupa alur
kerja, daftar periksa, atau Standar Operasional Prosedur (SOP).
- Terukur: Kemajuan pekerjaan
dapat diukur dan dipantau. Memungkinkan juga untuk mengetahui kemungkinan
masalah dan melakukan perbaikan seperlunya.
- Fleksibel: Meskipun terstruktur,
sistem yang baik harus tetap fleksibel dan dapat diadaptasi sesuai dengan
kebutuhan. Hal ini penting untuk menghadapi situasi tak terduga atau
perubahan rencana.
Manfaat Menerapkan Cara Kerja yang Bersistem:
Dengan
menerapkan sistem kerja untuk memudahkan pelaksanaan, maka dapat:
- Meningkatkan Efisiensi: Setiap
langkah dalam sistem dirancang untuk mengurangi waktu dan sumber daya yang
terbuang.
- Meningkatkan Akurasi: Sistem
yang jelas membantu mengurangi kesalahan dan memastikan semua aspek
pekerjaan tercakup dengan baik.
- Meningkatkan Konsistensi:
Menerapkan sistem yang sama pada tugas serupa menghasilkan hasil yang
konsisten dan dapat diprediksi.
- Membentuk Kerjasama: Sistem yang
terdokumentasi dengan baik memudahkan komunikasi dan kolaborasi antar tim.
Contoh Cara Kerja yang Bersistem
Sistem yang
digunakan akan bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan yang
dilakukan. Namun, beberapa contoh umum cara kerja yang bersistem
meliputi:
- Alur Kerja: Alur kerja adalah
serangkaian langkah yang harus diikuti untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Alur kerja dapat berupa diagram visual yang menunjukkan urutan langkah dan
titik keputusan, atau daftar langkah-langkah tertulis yang lebih sederhana.
Misalnya, alur kerja untuk memproses pesanan pelanggan mungkin melibatkan
langkah-langkah seperti menerima pesanan, memeriksa ketersediaan stok,
mengeluarkan barang dari gudang, mengemas barang, dan mengirimkan barang
ke pelanggan.
- Daftar Periksa: Daftar periksa
adalah daftar tugas yang harus diselesaikan untuk memastikan semua aspek
pekerjaan tercakup. Daftar periksa sangat berguna untuk tugas-tugas yang
berulang dan memiliki banyak langkah yang harus diikuti. Misalnya, daftar
periksa untuk membagikan kampanye pemasaran online, mungkin berisi item
seperti menyiapkan materi pemasaran, menjadwalkan posting media sosial,
dan memantau performa kampanye.
- Standar Operasional Prosedur:
SOP adalah dokumen formal yang menjabarkan langkah-langkah terperinci
untuk menyelesaikan tugas tertentu. SOP biasanya digunakan untuk
tugas-tugas yang rumit atau berisiko tinggi, dan seringkali disertai
dengan perintah kerja yang lebih detail. Misalnya, SOP untuk menangani
keluhan pelanggan mungkin menjelaskan bagaimana cara mengumpulkan
informasi dari pelanggan, mengevaluasi keluhan, dan menawarkan solusi.
- Manajemen Proyek: Manajemen
proyek adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring proyek
secara keseluruhan. Dalam manajemen proyek, terdapat berbagai metode yang
dapat diterapkan, seperti Agile atau Waterfall. Agile cocok untuk proyek
yang memiliki ruang lingkup yang terus berubah, sedangkan Waterfall lebih
sesuai untuk proyek yang telah direncanakan sejak awal.
Selain itu, cara kerja yang bersistem juga dapat diterapkan pada hal-hal berikut:
- Penyelesaian masalah: Menerapkan
pendekatan sistematis untuk memecahkan masalah dapat membantu melihat akar
penyebab masalah dan menemukan solusi yang tepat.
- Pengambilan keputusan:
Mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematis dapat membantu dalam
mengambil keputusan yang lebih tepat.
- Peningkatan diri: Menetapkan
tujuan, membuat rencana tindakan, dan melacak kemajuan adalah contoh cara
kerja yang bersistem untuk mencapai pengembangan diri.
- Dengan memahami berbagai contoh
cara kerja yang bersistem, Anda dapat menerapkan pendekatan yang paling
sesuai untuk kebutuhan Anda.
Mulai Menerapkan Cara Kerja yang Bersistem
Memulai cara
kerja yang bersistem mungkin terasa rumit pada awalnya, tetapi dengan
langkah-langkah berikut, Anda dapat melakukannya dengan mudah:
1. Sesuaikan Kebutuhan:
- Tentukan jenis pekerjaan:
Langkah pertama adalah menentukan jenis pekerjaan atau proyek yang ingin
Anda sistemkan. Apakah ini tugas rutin, proyek besar, atau proses yang
rumit?
- Melihat situasi: Setelah
menentukan jenis pekerjaan, lakukan analisis situasi untuk menentukan area
yang dapat dioptimalkan. Cari tahu apa yang berulang, apa yang memakan
waktu lama, dan apa yang sering terjadi kesalahan.
2. Tetapkan Tujuan:
- Tujuan yang jelas: Apa yang
ingin Anda capai dengan menerapkan sistem? Apakah ingin meningkatkan
efisiensi, akurasi, konsistensi, atau Kerjasama?
- Target yang terukur: Tetapkan
target yang terukur untuk membantu Anda melacak kemajuan dan memastikan
sistem Anda efektif.
3. Buat Rencana:
- Gambaran proses: Buat gambaran
proses untuk menerapkan langkah-langkah yang terencana. Maka akan membantu
Anda memahami alur kerja dan melihat tempat atau sistem yang dapat
disederhanakan.
- Tentukan standar: Tetapkan
standar atau pedoman untuk menyelesaikan tugas. Bisa berupa alur kerja,
daftar periksa, atau SOP.
- Buat timeline: Buat timeline
yang realistis untuk menyelesaikan tugas. Pastikan timeline ini
memperhitungkan pekerja atau sistem yang tersedia dan resiko masalah.
4. Dokumentasikan Sistem:
- Buat dokumen: Dokumentasikan
sistem Anda dengan jelas dan mudah dipahami. Gunakan bahasa yang sederhana
dan mudah dipahami.
- Perbarui dokumen: Pastikan untuk
memperbarui dokumen Anda secara berkala saat sistem Anda berkembang.
5. Evaluasi dan Adaptasi:
- Pantau kemajuan: Pantau kemajuan
Anda secara berkala dan ukur efektivitas sistem pekerjaan Anda.
- Tentukan area yang perlu
ditingkatkan: Cari tahu apa yang berhasil dan apa yang tidak. Tentukan
area yang perlu ditingkatkan dan lakukan penyesuaian yang diperlukan.
- Tetap fleksibel: Bersikaplah
fleksibel dan siap untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah.
Menerapkan
cara kerja yang bersistem membutuhkan waktu dan usaha, tetapi manfaatnya akan
terasa dalam jangka panjang. Dengan bekerja secara sistematis, Anda
dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, konsistensi, dan kolaborasi, sehingga
Anda dapat mencapai tujuan dengan lebih mudah dan cepat. Berikut beberapa tips
tambahan untuk membantu Anda menerapkan cara kerja yang bersistem:
- Libatkan tim Anda: Libatkan tim
Anda dalam proses pembuatan dan penerapan sistem kerja, Dengan begitu akan
membantu anggota team untuk memahami sistem dan
memastikan berkomitmen untuk menggunakannya.
- Gunakan teknologi: Gunakan
teknologi yang tersedia untuk membantu Anda menerapkan tugas dan melihat
kemajuan. Ada banyak software dan aplikasi yang dapat membantu Anda
menerapkan cara kerja yang bersistem.
- Bersabarlah: Jangan berharap
perubahan terjadi dalam semalam. Menerapkan cara kerja yang bersistem
adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan waktu untuk melihat hasil
yang diinginkan.
Dengan mengikuti langkah-langkah dan tips di atas, Anda dapat mulai menerapkan cara kerja yang bersistem dan meningkatkan pelaksanaan kinerja Anda.

