Tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra disebut

tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra disebut

Tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra disebut ...

 

a. Rona

b. Tekstur

c. Bentuk

d. Situs

e. Ukuran

 

Jawaban : a. Rona

 

Melalui citra foto udara maupun citra satelit, berbagai objek di permukaan bumi dapat dikenali, dianalisis, dan dimanfaatkan untuk beragam kepentingan, seperti perencanaan wilayah, pemetaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga penelitian lingkungan. Namun, citra tidak dapat dipahami tanpa kemampuan interpretasi yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman terhadap unsur-unsur interpretasi citra, salah satunya adalah rona.

 

Pengertian Rona

Rona adalah tingkat kegelapan atau kecerahan suatu objek pada citra. Rona sebagai hasil dari perbedaan intensitas energi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan oleh suatu objek dan kemudian direkam oleh sensor. Dalam citra hitam putih, rona tampak sebagai variasi warna dari putih, abu-abu, hingga hitam. Sementara itu, dalam citra berwarna, rona berkaitan dengan terang atau gelapnya warna yang terlihat.

 

Dengan kata lain, rona menunjukkan seberapa terang atau gelap suatu objek ketika direkam dalam citra, sehingga menjadi petunjuk awal dalam mengenali objek tersebut.

 

Faktor yang Mempengaruhi Rona

Rona suatu objek pada citra tidak muncul secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Sifat fisik objek, seperti warna asli, tingkat kelembapan, dan tekstur permukaan.
  • Sudut datang cahaya matahari, yang memengaruhi banyaknya cahaya yang dipantulkan.
  • Kondisi atmosfer, seperti awan, kabut, atau polusi udara.
  • Karakteristik sensor, termasuk sensitivitas sensor dan panjang gelombang yang digunakan.

 

Sebagai contoh, badan air seperti sungai atau danau umumnya memiliki rona gelap karena menyerap sebagian besar cahaya, sedangkan permukiman atau lahan terbuka cenderung memiliki rona cerah karena memantulkan lebih banyak cahaya.

 

Peran Rona dalam Interpretasi Citra

Rona memiliki peran yang sangat penting dalam proses interpretasi citra, terutama sebagai unsur awal untuk membedakan objek satu dengan yang lain. Melalui perbedaan rona, seorang interpreter dapat:

  • Membedakan perairan dengan daratan
  • Mengidentifikasi kawasan hutan, sawah, atau permukiman
  • Menentukan tingkat kepadatan vegetasi
  • Mendeteksi perubahan penggunaan lahan

Meskipun demikian, rona jarang digunakan secara tunggal. Dalam penerapannya, rona harus dikombinasikan dengan unsur interpretasi lain seperti tekstur, bentuk, ukuran, pola, dan situs agar hasil interpretasi menjadi lebih akurat.

 

Perbandingan Rona dengan Unsur Interpretasi Lain

Untuk memperjelas rona, berikut perbandingannya dengan unsur interpretasi citra lainnya:

  • Tekstur: menunjukkan kasar atau halusnya tampilan objek pada citra.
  • Bentuk: menggambarkan wujud atau konfigurasi objek.
  • Situs: berkaitan dengan posisi objek terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Ukuran: menunjukkan besar kecilnya objek dalam citra.

Dari perbandingan tersebut, jelas bahwa rona secara khusus berkaitan dengan tingkat terang dan gelap, sehingga berbeda dari unsur-unsur lainnya.

 

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa rona merupakan unsur interpretasi citra yang menunjukkan tingkat kegelapan atau kecerahan suatu objek. Pemahaman terhadap rona sangat penting dalam mengenali dan membedakan objek pada citra penginderaan jauh. 


Oleh sebab itu, untuk pertanyaan “Tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra disebut …”, jawaban yang benar dan tepat adalah a. Rona.

LihatTutupKomentar