Pembuatan kronologi dilakukan dengan tujuan berikut kecuali …
a. Dapat
berurutan kejadiannya
b. Tersusun
secara baik sehinga mudah dipahami
c. Memudahkan adanya hubungan sebab dan akibat
d. Memenuhi
pedoman penulisan sejarah
e. Mempermudah pemahaman sejarah
Jawaban: d. Memenuhi pedoman penulisan sejarah
Ketika
menulis sejarah maupun dokumentasi peristiwa, kronologi berfungsi sebagai
kerangka yang mengatur urutan kejadian. Pembuatan kronologi merupakan salah
satu metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut, tetapi tidak
selalu berkaitan dengan setiap aspek pedoman formal penulisan sejarah.
Kronologi
pada dasarnya merupakan susunan peristiwa berdasarkan waktu terjadinya. Dengan
menyusunnya secara sistematis, pembaca atau peneliti dapat mengikuti alur
kejadian dari awal hingga akhir. Misalnya, ketika menelusuri peristiwa Perang
Dunia II, kronologi memungkinkan kita memahami urutan invasi, deklarasi perang,
dan berbagai perjanjian yang terjadi secara runtut. Tanpa kronologi, gambaran
keseluruhan peristiwa akan terpecah-pecah dan sulit dipahami.
Selain
membantu dalam urutan peristiwa, kronologi juga mempermudah pemahaman hubungan
sebab dan akibat. Sebagai contoh, kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa
tertentu dapat dianalisis dampaknya terhadap kondisi sosial di waktu
berikutnya. Dengan adanya urutan yang jelas, hubungan sebab-akibat lebih mudah
diteliti.
Kronologi
juga bertujuan untuk tersusun secara baik sehingga mudah dipahami oleh pembaca
atau peneliti. Hal ini sangat sesuai dalam konteks pendidikan sejarah,
penelitian akademis, atau penulisan dokumentasi resmi, di mana kejelasan
informasi menjadi prioritas utama.
Namun, pembuatan kronologi tidak selalu bertujuan untuk memenuhi pedoman penulisan sejarah secara formal. Pedoman penulisan sejarah, yang ditetapkan oleh lembaga akademik atau otoritas sejarah tertentu, mencakup standar metodologi penelitian, verifikasi sumber, dan analisis historiografi.
Kronologi hanya
berfungsi untuk menyusun urutan peristiwa, bukan untuk menjamin kepatuhan
terhadap pedoman penulisan sejarah. Misalnya, sebuah kronologi peristiwa lokal
dapat disusun dengan rapi dan mudah dipahami, tetapi belum tentu sepenuhnya
memenuhi standar metodologi sejarah yang berlaku di jurnal akademik.
Faktanya,
banyak peneliti sejarah profesional menggunakan kronologi sebagai salah satu
langkah awal dalam penelitian. National Archives di Amerika Serikat dan
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyatakan bahwa kronologi bukan
jaminan kebenaran metodologis. Data harus diverifikasi melalui sumber primer
dan sekunder untuk memenuhi standar akademik yang berlaku.
Dengan demikian, tujuan utama pembuatan kronologi adalah memastikan urutan kejadian (a), menyusun informasi secara baik agar mudah dipahami (b), mempermudah pemahaman hubungan sebab dan akibat (c), serta mempermudah pemahaman sejarah secara umum (e).
Namun, kronologi tidak bertujuan secara khusus untuk memenuhi
pedoman penulisan sejarah (d), karena kepatuhan terhadap pedoman penulisan
sejarah memerlukan langkah tambahan berupa penelitian sumber, kritik
historiografi, dan analisis metodologis.
Kesimpulannya, kronologi adalah alat bantu penting dalam memahami peristiwa secara sistematis dan logis, tetapi tidak dapat dianggap sebagai pengganti kepatuhan terhadap standar penulisan sejarah.
Kejelasan, keteraturan, dan hubungan sebab-akibat
tetap menjadi fokus utama penyusunan kronologi, sementara pemenuhan pedoman penulisan sejarah harus dilakukan melalui analisis dan verifikasi sumber yang cermat.
Jadi jawaban
yang tepat yaitu, d.) memenuhi pedoman penulisan sejarah.

