Memberikan kesan pendapat atau pandangan terhadap sesuatu merupakan suatu proses

memberikan kesan pendapat atau pandangan terhadap sesuatu merupakan suatu proses


Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari aktivitas menilai, mengamati, hingga memberikan pandangan terhadap berbagai hal. Mulai dari percakapan sederhana tentang cuaca, ulasan kritis mengenai karya seni, sampai perdebatan mengenai kebijakan publik, semua berawal dari satu proses yang sama yaitu memberikan kesan, pendapat, atau pandangan.

 

Dari Persepsi Menuju Interpretasi

Segala bentuk kesan bermula dari persepsi indrawi. Ketika seseorang menyaksikan sebuah peristiwa atau objek, pancaindra menangkap rangsangan yang kemudian diolah oleh otak. Psikolog seperti David G. Myers dalam bukunya Psychology menegaskan bahwa persepsi dipengaruhi oleh ekspektasi, pengalaman, dan konteks sosial.


Misalnya, dua orang yang menonton pertunjukan teater bisa memiliki penilaian berbeda, satu menganggapnya membosankan, sementara yang lain melihatnya sebagai karya penuh makna.

 

Pendapat sebagai Hasil Rasionalisasi

Pendapat diutarakan ketika seseorang mulai mengaitkan kesan dengan pengetahuan dan nilai yang dimiliki. Menurut John Dewey, seorang filsuf pragmatis Amerika, pendapat adalah bentuk penilaian sementara yang terbuka untuk dikaji ulang ketika informasi baru muncul. Dengan kata lain, pendapat bukanlah kebenaran mutlak, melainkan pengalaman rasional yang lahir dari pengalaman, nalar, serta keyakinan.

 

 

Pandangan Integrasi Kognitif dan Sosial

Jika kesan adalah tahap awal, dan pendapat merupakan respon rasional sementara, maka pandangan merupakan bentuk yang lebih matang. Pandangan mengintegrasikan pengalaman pribadi, pengetahuan, serta nilai sosial-budaya ke dalam satu lingkup yang lebih luas. Dalam ilmu komunikasi, pandangan bisa dikaitkan dengan opini publik, yakni kesepakatan bersama yang terbentuk melalui interaksi sosial.

 

Contohnya bisa dilihat dalam isu perubahan iklim. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pandangan masyarakat terbentuk dari kombinasi pengalaman, totonan media, serta obrolan politik. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat lebih dari 3.500 bencana hidrometeorologi terjadi dalam setahun.

 

Proses yang Tidak Pernah Selesai

Apa yang membuat proses memberikan kesan, pendapat, atau pandangan menjadi menarik karena sifatnya yang dinamis. Kesan bisa berubah seiring waktu, pendapat bisa direvisi dengan data baru, dan pandangan bisa berkembang mengikuti perubahan sosial.

 

Filsuf Jürgen Habermas menjelaskan pentingnya diskursus rasional dalam pembentukan pandangan bersama. Bagi Habermas, pendapat seseorang perlu diuji dalam ruang publik yang sehat agar tidak ada dominasi sepihak. Dengan demikian, proses memberi kesan hingga membentuk pandangan bukan hanya pendapat seseorang, tetapi juga pendapat banyak orang.

 

Memberikan kesan, pendapat, atau pandangan terhadap sesuatu bukan sekadar aktivitas spontan, melainkan suatu proses yang melibatkan aspek psikologis, dan sosial. Dari persepsi hingga opini publik, setiap tahap mengandung dinamika yang dipengaruhi oleh data, pengalaman, serta situasi sosial. 

LihatTutupKomentar