Capaian pembelajaran dibuat untuk rentang waktu 1 fase

capaian pembelajaran dibuat untuk rentang waktu 1 fase


Capaian pembelajaran dibuat untuk rentang waktu ...

 

A. 1 fase

B. 1 tahun ajaran

C. 1 semester

D. Tergantung kebutuhan

 

Jawaban: A. 1 fase

 

Pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan, dan salah satunya adalah kurikulum. Seiring berjalannya waktu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memperkenalkan materi-materi baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 


Di antara materi-materi tersebut, Capaian Pembelajaran (CP) khususnya dalam Kurikulum Merdeka. Namun, sebuah pertanyaan mendasar di kalangan pendidik dan masyarakat, untuk rentang waktu berapa lama capaian pembelajaran dirancang ?

 

Jika melihat struktur kurikulum sebelumnya, seperti Kurikulum 2013, target pembelajaran diukur dalam satuan waktu yang lebih singkat, yaitu per semester atau per tahun ajaran. Namun, pendekatan ini juga membatasi fleksibilitas guru dalam menyesuaikan materi dengan ritme belajar siswa yang beragam. Setiap siswa memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda, dan "batas waktu" yang ketat justru memicu tekanan yang tidak perlu.

 

Konsep fase dalam Kurikulum Merdeka bukanlah istilah baru, melainkan sebuah pembaharuan pembelajaran yang berbeda. Fase pembelajaran dirancang untuk rentang waktu yang lebih panjang, biasanya meliputi dua hingga tiga tahun. Sebagai contoh, Fase A mencakup kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD), Fase B untuk kelas 3 dan 4 SD, dan seterusnya.

 

Mengapa Kemendikbudristek memilih pendekatan ini? Ada siswa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi dasar, sementara ada pula yang bisa melampaui target lebih cepat. Dengan rentang waktu yang lebih fleksibel, guru memiliki keleluasaan untuk menerapkan pembelajaran berbeda. 


Sebagai pengajar tidak lagi dipaksa untuk menyelesaikan semua materi dalam satu tahun ajaran atau satu semester. Sebaliknya, guru dapat fokus pada pencapaian, memastikan setiap siswa memahami materi sebelum melangkah ke fase berikutnya.

 

Fleksibilitas dalam rentang waktu memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang tepat waktu bagi siswa yang kesulitan, atau memberikan tantangan tambahan bagi siswa yang sudah menguasai materi. Hal itu sejalan dengan prinsip "merdeka belajar" yang menjadi landasan kurikulum.

 

 

Perbandingan dengan Pilihan Jawaban Lain

Untuk memahami mengapa "1 fase" adalah jawaban yang paling akurat, berikut penjelasan pilihan jawaban lain.

 

B. 1 tahun ajaran

Menyusun Capaian Pembelajaran per tahun ajaran memang terasa lebih terstruktur dan mudah diukur. Namun, seperti yang sudah dijelaskan, pendekatan ini memiliki keterbatasan. Ada risiko guru "terburu-buru" mengejar target kurikulum, sehingga mengesampingkan pemahaman materi. Jika siswa belum mencapai kompetensi yang diharapkan di akhir tahun ajaran, maka akan dipaksa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

 

C. 1 semester

Menyusun Capaian Pembelajaran per semester akan semakin memperketat ruang gerak guru. Pendekatan ini cenderung mendorong pembelajaran yang berorientasi pada nilai ujian, bukan pada penguasaan materi. Siswa akan terbiasa menghafal untuk menghadapi ujian tengah semester atau akhir semester, dan setelah itu, pengetahuan jadi mudah dilupakan. Lingkungan belajar tersebut kurang kondusif untuk menumbuhkan pemikiran kritis dan keterampilan jangka panjang.

 

D. Tergantung kebutuhan

Tanpa pedoman yang terstandar, implementasi kurikulum akan tidak konsisten di berbagai sekolah. Setiap guru atau sekolah akan memiliki interpretasi yang berbeda, yang pada akhirnya dapat menciptakan ketimpangan dalam kualitas pendidikan. Kemendikbudristek sengaja merumuskan materi fase untuk memberikan fleksibilitas, tetapi dalam koridor yang terstruktur.

 

Secara keseluruhan, materi Capaian Pembelajaran (CP) yang dirancang untuk "1 fase" adalah sebuah langkah pergeseran paradigma dari target jangka pendek menjadi penguasaan kompetensi jangka panjang. Dengan memberikan rentang waktu lebih fleksibel yang memungkinkan setiap siswa agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.

LihatTutupKomentar