Di bawah ini adalah karakter wirausaha yang perlu dikembangkan ...
a.
Berhati-hati dalam setiap keputusan
b. Gengsi
dalam berwirausaha
c. Tidak
suka bergaul
d. Pantang
menyerah
e. Pemalu
dalam berkomunikasi
Jawaban: d. Pantang menyerah
Wirausaha
merupakan suatu aktivitas yang tidak hanya memerlukan keterampilan teknis atau
pengetahuan bisnis, tetapi juga melibatkan komitmen pribadi yang kuat
untuk menghadapi tantangan. Karakter pantang menyerah tidak hanya membedakan
seorang wirausahawan sukses dari yang gagal, tetapi juga membantu wirausahawan
bertahan dalam jangka panjang, melewati masa-masa sulit dalam berbisnis.
Salah satu
karakter utama yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh setiap wirausahawan
yaitu ketekunan, atau dalam bahasa yang lebih sederhana, sifat pantang
menyerah. Namun, sebelum kita membahas mengapa karakter pantang menyerah
begitu penting dalam berwirausaha, mari kita pahami beberapa pilihan karakter
lainnya yang seringkali dianggap sesuai dalam menghadapi usaha bisnis yang
penuh ketidakpastian.
a. Berhati-hati dalam setiap keputusan
Berhati-hati
dalam membuat keputusan memang penting, terutama dalam bisnis yang melibatkan
uang dan sumber daya lainnya. Wirausahawan yang berhati-hati cenderung
melakukan perhitungan matang sebelum bertindak. Dengan tidak terburu-buru dalam
mengambil keputusan, yang dapat mengurangi risiko kesalahan yang merugikan.
Namun, berhati-hati yang berlebihan, atau bahkan terlalu takut mengambil
risiko, bisa membuat seorang wirausahawan terjebak dalam zona nyaman.
Sebagai
hasilnya, peluang untuk berinovasi atau berkembang bisa hilang, dan akan
kesulitan untuk bersaing dengan pesaing yang lebih berani. Selain itu,
terlalu berhati-hati bisa menyebabkan seseorang menjadi pasif, tidak berani
mengambil resiko yang sering diperlukan ketika berwirausaha. Dalam beberapa
situasi, ketidakberanian untuk bertindak dapat menghambat kemajuan. Oleh karena
itu, meskipun berhati-hati itu penting, tidak selamanya menjadi karakter yang
paling utama yang perlu dimiliki seorang wirausahawan.
b. Gengsi dalam berwirausaha
Memiliki
gengsi atau ingin dilihat sebagai orang yang sukses bisa menjadi dorongan bagi
sebagian orang untuk memulai bisnis. Pada awalnya, seseorang mungkin terdorong
untuk menunjukkan kesuksesan kepada orang lain melalui gaya hidup, branding,
atau pencapaian yang terlihat, namun sering kali mengalihkan fokus dari tujuan
utama dalam berbisnis. Gengsi dalam berwirausaha dapat membuat
seseorang lebih mementingkan penampilan atau citra diri daripada kualitas
produk atau layanan yang mereka tawarkan.
Konsumen
lebih menghargai keaslian dan integritas daripada sekadar penampilan.
Wirausahawan yang lebih mementingkan gengsi daripada menjalani
bisnis cenderung gagal dalam membangun perusahaan. Keberhasilan yang
dibangun di atas gengsi biasanya tidak bertahan lama.
c. Tidak suka bergaul
Keengganan untuk bergaul atau berinteraksi dengan orang lain tampak seperti karakter pribadi yang tidak mengganggu dalam berwirausaha. Namun, pada kenyataannya, berbisnis sangat bergantung pada hubungan antarindividu, baik itu dengan pelanggan, investor, mitra bisnis, atau bahkan sesama wirausahawan.
Networking merupakan salah satu aspek kesuksesan di banyak bidang usaha, karena melalui jaringan yang kuat, seorang wirausahawan bisa mendapatkan peluang baru, informasi yang berguna, hingga dukungan dalam menjalani usaha. Tidak suka bergaul bisa menjadi hambatan, karena akan membuat wirausahawan kehilangan akses ke peluang penting, dan menghadapi kesulitan dalam membangun kepercayaan dengan orang lain.
Kemampuan bergaul dan menjalin hubungan merupakan
keterampilan yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, meskipun memiliki
preferensi untuk bekerja sendiri tidaklah salah, ketidakmampuan untuk bergaul
bisa membatasi peluang bagi wirausahawan.
d. Pantang menyerah
Berbeda dengan pilihan jawaban sebelumnya, karakter pantang menyerah adalah karakter yang perlu dikembangkan bagi seorang wirausahawan. Berwirausaha penuh dengan tantangan, kegagalan, dan hambatan yang bisa membuat siapa pun merasa putus asa. Sebuah riset yang dilakukan oleh CB Insights menunjukkan bahwa alasan utama kegagalan startup adalah kurangnya ketekunan dan kemampuan beradaptasi.
Hampir 70% usaha kecil yang gagal melaporkan bahwa menyerah karena berbagai alasan seperti kehabisan dana, kurangnya permintaan pasar, atau kesalahan strategi. Ketekunan menjadi aspek untuk terus berjuang meskipun menghadapi kesulitan. Pantang menyerah bukan berarti tidak pernah merasakan kegagalan.
Sebaliknya, berarti seorang wirausahawan tidak berhenti mencoba setelah kegagalan, tetapi belajar dari kesalahan dan bangkit kembali untuk mencoba metode yang berbeda. Wirausahawan yang pantang menyerah cenderung lebih gigih dalam mencari solusi, lebih kreatif dalam menghadapi masalah, dan lebih mampu menjaga semangat juang yang tinggi meskipun menghadapi penolakan atau kemunduran.
Karakter
pantang menyerah sangat penting untuk terus bergerak maju, mengejar tujuan, dan
memperbaiki strategi bisnis sesuai dengan kondisi yang ada. Seorang
wirausahawan yang pantang menyerah akan melihat kegagalan bukan sebagai akhir,
tetapi sebagai motivasi untuk menemukan cara yang lebih baik dalam
mengembangkan bisnis.
e. Pemalu dalam berkomunikasi
Komunikasi
yang efektif adalah salah satu faktor penentu dalam keberhasilan bisnis.
Seorang wirausahawan perlu mampu menyampaikan ide, tujuan, dan kebutuhan dengan
jelas kepada karyawan, mitra, dan pelanggan. Memiliki sikap pemalu atau ragu
dalam berbicara di depan umum atau bernegosiasi bisa menghambat keberhasilan
usaha. Meskipun rasa malu adalah perasaan yang wajar, seorang wirausahawan
harus bisa mengatasi rasa malu demi kemajuan bisnis.
Pemalu dalam
berkomunikasi sering kali menunjukkan ketidakpercayaan diri, yang dapat
menurunkan kredibilitas seorang wirausahawan. Hal ini bisa menghalangi seorang
wirausahawan untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain dalam
berbisnis, karena komunikasi yang kurang lancar bisa menyebabkan kesalahpahaman
dan kehilangan peluang. Walaupun karakter ini dapat diperbaiki dengan latihan
dan pengalaman, pada dasarnya, wirausahawan yang ingin sukses harus mampu
berkomunikasi dengan baik untuk menembangkan bisnis.
Dari kelima pilihan karakter yang dipertimbangkan, pantang menyerah (jawaban D) adalah yang paling penting untuk dikembangkan Ketika berwirausaha. Tanpa ketekunan, wirausahawan akan mudah menyerah ketika menghadapi egagalan. Keberhasilan dalam berbisnis bukan tentang selalu sukses di setiap langkah, tetapi mampu untuk bangkit kembali, belajar dari kegagalan, dan terus mencoba sampai akhirnya berhasil.

