Cerita
fantasi selalu memikat pembaca dengan imajinasi yang tak terbatas. Di antara
petualangan seru dan makhluk ajaib, terdapat unsur penting yang mempengaruhi
latar cerita: latar cerita. Berdasarkan latar ceritanya, teks cerita fantasi
dapat dikategorikan menjadi dua jenis Utama yaitu fantasi sezaman dan fantasi
lintas waktu.
Fantasi Sezaman Membayangkan Masa Kini, Lampau, atau Masa Depan
Fantasi
sezaman membawa pembaca berimajinasi ke cerita yang tak asing, namun dibumbui
dengan sentuhan magis. Cerita ini berlatar pada era yang sama dengan dunia
nyata kita, bisa di masa kini, masa lampau yang tak jauh berbeda, atau masa
depan.
- Ambillah contoh seri "Harry
Potter" karya J.K. Rowling. Kita dibawa ke dunia di mana penyihir
hidup berdampingan dengan manusia biasa. Sekolah Hogwarts, meski terlihat
seperti sekolah asrama kuno di Inggris, ternyata mengajarkan sihir dan
ramuan. Cerita ini memungkinkan pembaca untuk berfantasi: "Bagaimana
jadinya jika di dunia nyata ada sekolah sihir?"
- Fantasi sezaman tak harus
berlatar kota metropolitan atau kastil megah. Novel "Percy Jackson
& the Olympians" karya Rick Riordan justru menempatkan para dewa
dan monster Yunani di tengah hiruk-pikuk kehidupan Amerika Serikat masa
kini. Para remaja yang ternyata adalah keturunan para dewa berpetualang
dengan latar belakang sekolah dan kota tempat mereka tinggal, membuat
pembaca seolah-olah bisa berpapasan dengan para dewa di kehidupan
sehari-hari.
- Andrea Hirata, penulis novel
"Laskar Pelangi", dengan apik memadukan realitas sosial dan
budaya Belitung tahun 1970-an dengan sentuhan magis. "[Novel
Laskar Pelangi] terinspirasi dari kisah nyata, namun dibalut
dengan imajinasi untuk menghadirkan keajaiban dalam kehidupan
sehari-hari," tutur Andrea. Kisah inspiratif persahabatan di sekolah
gubuk yang dikelilingi perkebunan karet menjadi bukti bahwa fantasi
sezaman tak harus dipenuhi dengan kastil dan kerajaan, namun juga bisa
menghadirkan keajaiban di tengah realitas yang dekat dengan kita.
Fantasi Lintas Waktu Melampaui Batasan Waktu
Berbeda
dengan fantasi sezaman, cerita fantasi lintas waktu membuat pembaca
berimajinasi hingga batas waktu. Petualangannya bisa berlatar masa lampau yang
penuh misteri, masa depan yang sarat teknologi canggih, atau bahkan latar
cerita yang sama sekali berbeda.
- "A Song of Ice and
Fire" karya George R.R. Martin, yang diadaptasi menjadi serial
televisi "Game of Thrones", membawa kita ke cerita fiksi
Westeros dan Essos. Cerita berlatar era abad pertengahan, namun dengan
musim yang tak menentu dan adanya makhluk mitologi seperti naga.
- Novel "Dune" karya
Frank Herbert menceritakan petualangan di planet gurun Arrakis yang
gersang. Di sana, manusia hidup berdampingan dengan makhluk raksasa pasir
dan memperebutkan rempah-rempah bernama Spice. Latar futuristik yang
dipadukan dengan unsur peradaban gurun dan politik antar galaksi membuat
pembaca seolah-olah berimajinasi di tempat asing yang sama sekali baru.
- J.H. Rosseau, penulis novel
"Ayla: The Daughter of Earth" yang berlatar era prasejarah,
memadukan unsur sejarah dengan sentuhan fantasi. "[Novel Ayla: The
Daughter of Earth] merupakan perpaduan antara fakta ilmiah dan imajinasi,
menceritakan kisah tentang budaya dan sejarah," jelas J.H. Rosseau.
Kisah Ayla, perempuan Cro-Magnon yang luar biasa, membuat pembaca untuk
mengimajinasikan kehidupan manusia purba yang penuh perjuangan dan
penemuan.
Menemukan Petualangan Cerita Fantasi Sesuai Selera
Baik fantasi
sezaman maupun fantasi lintas waktu memiliki cerita petualangan tak terlupakan
dengan keunikannya masing-masing. Pembaca dapat memilih cerita yang sesuai
dengan minat dan seleranya. Bagi pecinta cerita yang membumi, fantasi
sezaman bisa menjadi pilihan tepat. Pembaca bisa merasakan keajaiban dalam
realitas yang sesuai kehidupan nyata,
seperti di sekolah, kota tempat tinggal, atau bahkan ruang waktu yang tak jauh berbeda dengan keadaan saat ini. Di sisi lain, bagi yang menyukai petualangan yang benar-benar berbeda, cerita fantasi lintas waktu mengisahkan cerita kehidupan ing yang penuh misteri, masa depan yang belum terbayangkan sebelumnya.

