Kurikulum
Merdeka SMA merupakan sebuah langkah baru dalam lingkup pendidikan di Indonesia
yang memberikan hak kepada sekolah serta Bapak Ibu guru agar membuat metode
pembelajaran yang lebih sesuai juga mudah dipahami.
Struktur Kurikulum Merdeka SMA terbagi menjadi dua fase:
Fase E (Kelas X)
Pada fase E,
fokus pembelajaran diarahkan pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar
yang sesuai. Struktur kurikulumnya terdiri dari:
- Mata Pelajaran Wajib:
Meliputi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya,
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Mata pelajaran tersebut
merupakan Mapel wajib yang harus dikuasai siswa untuk melanjutkan ke tahap
berikutnya.
- Mata Pelajaran Pilihan: Meliputi
minimal 2 mata pelajaran dari kelompok IPA, IPS, Bahasa, dan Seni Budaya.
Pemilihan mata pelajaran ini bertujuan untuk mulai mengetahui minat dan
bakat siswa. Sekolah dapat menawarkan berbagai pilihan mata pelajaran
menarik dan sesuai dengan kebutuhan untuk melanjutkan ke jenjang
perkuliahan.
- Tahap Penguatan Pelajar
Pancasila: Dilakukan minimal 30% dari total jam pelajaran per tahun. Tugas
ini bertujuan untuk mengembangkan karakter dan profil pelajar Pancasila.
Tugas ini tidak terpaku pada mata pelajaran tertentu, melainkan dibuat
secara tematik untuk menerapkan berbagai kompetensi dan nilai-nilai
Pancasila. Misalnya, tugas dengan tema "Bhineka Tunggal Ika"
dapat melibatkan kerjasama siswa dari berbagai latar belakang untuk
membuat pameran budaya atau pertunjukan seni.
Fase F (Kelas XI dan XII)
Pada fase F,
siswa memiliki lebih banyak pilihan mata pelajaran sesuai dengan minat dan
bakat mereka. Fase ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan
keterampilan sesuai keingin dan cita-cita siswa kedepannya. Struktur
kurikulumnya terdiri dari:
- Mata Pelajaran Wajib: Meliputi
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Mata pelajaran wajib
ini menjadi dasar untuk semua penjurusan dan tentunya pengembangan
karakter serta wawasan kebangsaan.
- Mata Pelajaran Pilihan: Meliputi
minimal 4 mata pelajaran dari kelompok IPA, IPS, Bahasa, Seni Budaya, dan
Praktik Kerja Lapangan (PKL). Peningkatan jumlah mata pelajaran pilihan
ini memberikan siswa kebebasan yang lebih luas untuk memilih sesuai minat
dan rencana siswa kedepannya. Sekolah dapat bekerja sama dengan lingkup
usaha ,pemilik industri, atau pihak perguruan tinggi untuk
menyelenggarakan program PKL yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
- Tugas Penguatan Profil Pelajar
Pancasila: Dilakukan minimal 20% dari total jam pelajaran per tahun. Tugas
ini bertujuan untuk mengembangkan karakter dan profil pelajar Pancasila.
Tugas pada fase F ini bisa lebih spesifik dan berfokus pada pengembangan
keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk masa depan. Misalnya, tugas
dengan tema "Wirausaha Muda" dapat melatih siswa dalam
berwirausaha, mengelola keuangan, dan berkerjasama dalam kelompok.
Alokasi Waktu dan Beban Belajar Kurikulum Merdeka SMA
Kurikulum
Merdeka SMA memberikan alokasi waktu yang lebih fleksibel kepada sekolah dan
guru untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan
murid. Beban belajar di Kurikulum Merdeka SMA juga disesuaikanagar tidak
membebani murid, sehingga para siswa memiliki waktu untuk mengembangkan bakat
dan minat mereka di luar jam pelajaran.
Alokasi Waktu
Alokasi
waktu Kurikulum Merdeka SMA dibagi menjadi dua bagian utama:
- Intrakurikuler: Alokasi waktu
intrakurikuler dialokasikan untuk mata pelajaran wajib dan pilihan.
Alokasi waktu ini lebih fleksibel dibandingkan dengan kurikulum
sebelumnya, sehingga sekolah dan guru memiliki lebih banyak waktu untuk
mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid.
- Tugas Penguatan Profil Pelajar
Pancasila: Alokasi waktu Tugas Penguatan Profil Pelajar Pancasila minimal
20% dari total jam pelajaran dalam satu tahun. Tugas tersebut merupakan
kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan karakter dan
kompetensi murid sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Beban Belajar
Beban
belajar di Kurikulum Merdeka SMA dirancang agar tidak membebani murid. Beban
belajar dihitung berdasarkan satuan kredit semester (SKS), dengan 1 SKS setara
dengan 45 menit pembelajaran. Beban belajar maksimal untuk murid SMA adalah 36
SKS per semester.
Kelebihan Kurikulum Merdeka SMA
Kurikulum
Merdeka SMA memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
- Memberikan hak kepada sekolah
dan guru: Sekolah dan guru memiliki kebebasan untuk memilih dan
mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik
siswa di daerahnya. Hal ini memungkinkan pembelajaran yang lebih bisa
disesuaikan.
- Memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memilih mata pelajaran: Siswa memiliki kebebasan untuk memilih
mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka. Hal ini memungkinkan
para siswa untuk memahami pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan
untuk mencapai cita-cita dimasa depan.
- Mengembangkan karakter dan
profil pelajar Pancasila: Kurikulum Merdeka SMA dirancang untuk
mengembangkan karakter dan profil pelajar Pancasila. Hal ini diharapkan
dapat mencetak generasi siswa yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong, berkebinekaan ,
mandiri, dan kreatif.
- Meningkatkan kualitas
pembelajaran dan hasil belajar siswa: Kurikulum Merdeka SMA dirancang
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hal ini
diharapkan dapat menghasilkan siswa yang lebih kompeten dan siap untuk
menghadapi masa depan.
Berikut adalah beberapa contoh penerapan Kurikulum Merdeka SMA:
- Sekolah dapat mengembangkan
tugas penguatan profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan kebutuhan dan
karakteristik siswa di daerahnya.
- Siswa dapat memilih mata
pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing siswa.
- Guru dapat menggunakan berbagai
metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
Kurikulum Merdeka SMA diharapkan dapat memberikan pendidikan yang lebih berkualitas bagi siswa Indonesia dan mempersiapkan untuk masa depan yang lebih baik.

