Sebagai
seorang guru, maka selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
di ruang kelas ketika mengajar. Salah satu metode penilaian yang terbukti
efektif untuk mencapai tujuan penilaian yaitu asesmen formatif. Asesmen
formatif merupakan proses penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran
berlangsung, bukan di akhir.
Fungsinya
adalah untuk memantau kemajuan siswa, mengetahui bagian apa yang perlu
diperbaiki, dan menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih efektif. Berikut
adalah beberapa fungsi utama asesmen formatif dari sudut pandang sebagai
seorang pengajar:
1. Memberikan Penilaian yang Tepat dan Berkelanjutan
Asesmen
formatif memungkinkan pengajar untuk memberikan penilaian yang tepat dan
berkelanjutan kepada siswa di kelas. Hal ini penting karena membantu siswa
untuk memahami apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang perlu
diperbaiki. penilaian yang tepat waktu dan jelas bisa membantu siswa agar tetap
termotivasi dan fokus pada tujuan pembelajaran di kelas. Asesmen formatif
memungkinkan pengajar untuk memberikan penilaian yang detail serta tepat waktu
kepada siswa tentang kemajuan belajar.
Penilaian
tersebut membantu siswa untuk memahami kelebihan dan kelemahan ketika memehami
pelajaran, sehingga siswa dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan
pemahaman pembelajaran di kelas. Selain itu, penilaian yang baik dapat
meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa.
2. Memahami Kesulitan Belajar Siswa
Dengan
melakukan asesmen formatif secara berkala, guru dapat mengetahui kesulitan
belajar siswa secara cepat. Hal ini memungkinkan pengajar untuk memberikan
bimbingan yang tepat sebelum masalah menjadi lebih besar. Sebagai contoh, jika
guru menemukan bahwa banyak siswa yang kesulitan memahami materi tertentu,
pengajar bisa meluangkan waktu tambahan untuk menjelaskan konsep tersebut atau
memberikan materi tambahan.
3. Menyesuaikan Strategi Pembelajaran
Informasi
yang diperoleh dari asesmen formatif dapat Bapak Ibu guru gunakan untuk
menyesuaikan strategi pembelajaran di kelas. Hal ini memungkinkan pengajar
untuk memastikan bahwa pembelajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan setiap
siswa. Sebagai contoh, jika guru menemukan bahwa beberapa siswa lebih mudah
belajar secara visual, maka pengajar bisa menerapkan lebih banyak gambar dan
video dalam pembelajaran di kelas.
Informasi
yang diperoleh dari asesmen formatif memungkinkan pengajar untuk mengetahui
kemampuan belajar setiap siswa dan menyesuaikan strategi pembelajaran agar
lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Pengajar dapat memfokuskan kembali
pengajaran pada materi yang paling sulit bagi siswa, dan memberikan bimbingan
tambahan kepada siswa yang kurang bisa memahami materi. Cara ini membantu
pengajar untuk membuat suasana belajar yang lebih personal dan efektif bagi
setiap siswa.
4. Meningkatkan Keterlibatan Siswa
Asesmen
formatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Ketika siswa merasa bahwa kemajuan belajar dipantau serta menerima penilaian
yang bermanfaat, maka cenderung lebih termotivasi untuk belajar. Asesmen
formatif memicu komunikasi yang terbuka dan terarah antara pengajar dan
siswa.
Guru dapat
mendiskusikan hasil asesmen dengan siswa secara individu, dan bekerja sama
untuk mengembangkan rencana belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat membangun hubungan yang lebih
kuat dan meningkatkan rasa saling percaya, yang pada akhirnya dapat
meningkatkan hasil belajar.
5. Menerapkan Pembelajaran Mandiri
Asesmen
formatif dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan belajar mandiri.
Ketika siswa terlibat dalam proses penilaian diri dan perbaikan, ketika siswa
belajar agar memahami kelebihan dan kelemahan ketika belajat sendiri serta
menentukan strategi belajar yang efektif. Secara keseluruhan, asesmen formatif
merupakan metode penilaian yang cukup tepat bagi guru untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran di kelas.
Dengan
menggunakan asesmen formatif secara efektif, pengajar bisa memastikan bahwa
semua siswa saya mendapatkan pendidikan yang berkualitas tinggi dan sesuai
dengan kebutuhan setiap siswa. Sebagai tambahan, berikut adalah beberapa tips
untuk menggunakan asesmen formatif secara efektif di kelas:
- Gunakan berbagai teknik asesmen
formatif, seperti pertanyaan lisan, kuis singkat, tugas observasi, dan
portofolio.
- Libatkan siswa dalam proses
penilaian. Berikan siswa kesempatan untuk menilai diri sendiri dan teman
lainnya.
- Gunakan informasi dari asesmen
formatif untuk memberikan penilaian yang tepat dan berkelanjutan kepada
siswa.
- Sesuaikan strategi pembelajaran
Anda berdasarkan informasi dari asesmen formatif.
- Gunakan asesmen formatif untuk
mempromosikan pembelajaran mandiri pada siswa.
Dengan mengikuti tips-tips diatas, Anda dapat menerapkan asesmen formatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas dan menciptakan lingkungan belajar yang baik dan relevan.

