Manakah yang tidak termasuk dalam elemen perencanaan berbasis data ...
a.
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan
b.
Berdasarkan pada data dan fakta
c. Menambah
sarana dan prasarana fisik
d. Semua
benar
Jawaban : c. Menambah sarana dan prasarana fisik
Dalam
beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan dalam
cara menyusun program dan kebijakan. Jika dahulu keputusan diambil berdasarkan
kebiasaan, intuisi, atau mengikuti pola tahun sebelumnya, kini pendekatan
tersebut mulai berubah ke arah yang lebih sistematis dan terukur yaitu
perencanaan berbasis data.
Perubahan
ini didorong kuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia melalui berbagai kebijakan reformasi pendidikan. Salah satu
instrumen penting yang digunakan adalah Rapor Pendidikan Indonesia, yang
menyajikan data capaian belajar, kualitas pembelajaran, hingga kondisi
lingkungan satuan pendidikan. Melalui platform ini, sekolah tidak lagi menebak
permasalahan, tetapi membaca situasi berdasarkan data.
Namun, masih
terdapat pertanyaan: apa sebenarnya elemen utama perencanaan berbasis data? Dan
mengapa “menambah sarana dan prasarana fisik” bukan termasuk elemen dasarnya?
Hakikat Perencanaan Berbasis Data
Perencanaan berbasis data adalah proses penyusunan program kerja yang didasarkan pada hasil analisis data yang akurat, relevan, dan kontekstual. Data yang dimaksud bisa berupa:
- Hasil asesmen siswa
- Nilai rapor pendidikan
- Survei lingkungan belajar
- Data kehadiran guru dan siswa
- Evaluasi program sebelumnya
Pendekatan
ini penting karena pendidikan adalah system yang kompleks. Permasalahan
rendahnya literasi contohnya, belum tentu disebabkan kurangnya buku. Bisa jadi
karena metode pembelajaran kurang variatif, waktu membaca tidak terstruktur,
atau motivasi siswa rendah. Tanpa data, solusi yang diambil bisa keliru.
Elemen-Elemen Utama Perencanaan Berbasis Data
1. Berdasarkan pada Data dan Fakta
Keputusan
diambil setelah membaca indikator capaian secara objektif. Jika data
menunjukkan rendahnya numerasi siswa kelas tertentu, maka fokus program
diarahkan pada penguatan pembelajaran matematika, bukan pada hal lain yang
tidak sesuai.
Pendekatan
ini mendorong transparansi dan akuntabilitas. Setiap program dapat
dipertanggungjawabkan karena memiliki dasar bukti.
2. Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Perencanaan tidak boleh dilakukan secara sepihak. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, bahkan perwakilan orang tua perlu dilibatkan dalam proses analisis data.
Keterlibatan
ini penting karena:
- Data perlu ditafsirkan secara bersama.
- Setiap pihak memiliki perspektif berbeda.
- Komitmen pelaksanaan program akan lebih kuat jika dirumuskan bersama.
- Kolaborasi menjadikan perencanaan lebih realistis dan sesuai kebutuhan lapangan.
Mengapa “Menambah Sarana dan Prasarana Fisik” Bukan Elemen Dasar?
Pilihan
jawaban C. Menambah sarana dan prasarana fisik bukan termasuk elemen
perencanaan berbasis data.
Alasannya
sederhana: penambahan fasilitas fisik adalah kemungkinan hasil keputusan, bukan
prinsip atau elemen utama dalam proses perencanaan.
Jika data
menunjukkan bahwa pembelajaran terganggu karena kurangnya ruang kelas atau
fasilitas laboratorium, maka penambahan sarana bisa menjadi solusi. Namun,
tanpa analisis data, membangun fasilitas baru belum tentu menyelesaikan
permasalahan.
Sering kali, tantangan pendidikan bukan semata kekurangan fasilitas, tetapi berkaitan dengan:
- Kompetensi guru
- Strategi pembelajaran
- Manajemen kelas
- Budaya sekolah
- Motivasi dan karakter siswa
Jika masalahnya ada pada kualitas pembelajaran, menambah bangunan tidak otomatis meningkatkan hasil belajar.
Perencanaan berbasis data adalah pendekatan strategis yang menempatkan fakta dan analisis sebagai acuan pengambilan keputusan. Elemen utamanya meliputi:
- Berdasarkan pada data dan fakta
- Melibatkan berbagai pemangku kepentingan
- Menganalisis akar masalah secara sistematis
Sementara
itu, menambah sarana dan prasarana fisik bukan elemen dasar, melainkan salah
satu kemungkinan solusi yang diambil setelah proses analisis dilakukan.
Dengan
demikian, jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut adalah: C. Menambah
sarana dan prasarana fisik.
Perencanaan
yang baik bukan tentang seberapa banyak fasilitas dibangun, tetapi tentang
seberapa tepat keputusan diambil berdasarkan data yang terukur.

