Perubahan
energi yang dimanfaatkan pada aktivitas yang ayah lakukan tergantung pada jenis
kegiatannya. Namun, secara umum, beberapa contoh perubahan energi dalam
aktivitas sehari-hari adalah sebagai berikut:
Saat ayah mengendarai sepeda motor atau mobil
Terjadi
perubahan energi kimia menjadi energi gerak.
Energi kimia
yang tersimpan dalam bahan bakar (bensin/solar) diubah oleh mesin menjadi
energi panas, lalu menjadi energi gerak sehingga kendaraan bisa berjalan.
Saat ayah menyalakan lampu atau menggunakan alat elektronik
Terjadi
perubahan energi listrik menjadi energi cahaya (pada lampu) atau menjadi energi
gerak (pada kipas angin), bahkan bisa menjadi energi panas (pada setrika).
Saat ayah memasak menggunakan kompor gas
Terjadi
perubahan energi kimia menjadi energi panas.
Gas LPG
mengandung energi kimia yang berubah menjadi panas untuk memasak makanan.
Saat ayah bekerja menggunakan tenaga fisik (misalnya mencangkul atau mengangkat barang)
Terjadi
perubahan energi kimia dalam tubuh (dari makanan) menjadi energi gerak.
Jadi,
perubahan energi yang dimanfaatkan adalah perubahan dari energi kimia atau
listrik menjadi energi gerak, panas, atau cahaya, tergantung pada aktivitas
yang dilakukan.

