Kenaikan kelas pada dua fase yang berbeda dapat dilakukan dengan

 

kenaikan kelas pada dua fase yang berbeda dapat dilakukan dengan

Kenaikan kelas pada dua fase yang berbeda dapat dilakukan dengan ...

 

a. Melaksanakan arahan dari dinas pendidikan

b. Mempertimbangkan kebutuhan belajar dari peserta didik

c. Memperhatikan nilai ketuntasan minimal

d. Memenuhi keinginan murid dan orang tua

 

Jawaban: b. Mempertimbangkan kebutuhan belajar dari peserta didik

 

Kenaikan kelas merupakan salah satu keputusan penting dalam proses pendidikan karena berpengaruh terhadap perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Dalam sistem pendidikan yang terus berkembang, khususnya dengan penerapan pembelajaran berbasis fase, kenaikan kelas tidak lagi dipahami sebagai perpindahan dari satu tingkat ke tingkat berikutnya. Kenaikan kelas pada dua fase yang berbeda sesuai pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik.

 

Kebijakan pendidikan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada murid. Oleh karena itu, keputusan kenaikan kelas idealnya didasarkan pada pertimbangan menyeluruh terhadap kesiapan dan kebutuhan belajar peserta didik, bukan semata-mata pada nilai akademik atau faktor lain.

 

Konsep Fase dalam Pembelajaran

Pembelajaran berbasis fase mengelompokkan peserta didik ke dalam tahapan perkembangan tertentu yang mencakup aspek kognitif, sosial, dan emosional. Setiap fase dirancang untuk memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik dalam menguasai kompetensi yang diharapkan. Namun, dalam praktiknya, perkembangan setiap peserta didik tidak selalu sama.

 

Ketika peserta didik berada pada dua fase yang berbeda, pendidik perlu memahami bahwa capaian belajar bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Proses belajar, strategi belajar yang digunakan, serta hambatan yang dihadapi peserta didik menjadi aspek penting yang harus diperhatikan sebelum menentukan kenaikan kelas.

 

Kebutuhan Belajar Peserta Didik sebagai Pertimbangan Kenaikan Kelas

Jawaban yang paling tepat terkait kenaikan kelas pada dua fase yang berbeda adalah mempertimbangkan kebutuhan belajar dari peserta didik. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan yang berpihak pada murid. Kebutuhan belajar peserta didik meliputi:

  • Kesiapan akademik, yaitu sejauh mana peserta didik memahami kompetensi pada fase sebelumnya.
  • Perkembangan sosial dan emosional, seperti kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, dan kemandirian belajar.
  • Gaya dan kecepatan belajar, karena setiap peserta didik memiliki karakteristik belajar yang berbeda.
  • Kondisi khusus, misalnya hambatan belajar, latar belakang sosial, atau faktor psikologis tertentu.

 

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, pendidik dapat mengambil keputusan kenaikan kelas yang lebih adil bagi perkembangan peserta didik.

 

Keterbatasan Pendekatan Lain

Pendekatan kenaikan kelas yang hanya mengacu pada arahan administratif, nilai ketuntasan minimal (KKM), atau keinginan murid dan orang tua memiliki keterbatasan.

  • Arahan dinas pendidikan bersifat umum dan tidak selalu mampu menjangkau kondisi setiap peserta didik.
  • Nilai ketuntasan minimal hanya merepresentasikan capaian kognitif, sementara aspek non-akademik sering kali terabaikan.
  • Keinginan murid dan orang tua perlu dipertimbangkan, tetapi tidak boleh menjadi faktor utama apabila bertentangan dengan kebutuhan belajar dan kesiapan peserta didik.

Oleh karena itu, pendekatan yang berfokus pada kebutuhan belajar peserta didik menjadi pilihan yang paling tepat.

 

Peran Guru dan Sekolah

Guru juga berperan dalam melakukan asesmen diagnostik dan formatif untuk memahami kebutuhan belajar peserta didik. Sekolah juga perlu menyediakan ruang diskusi profesional melalui kolaborasi guru, wali kelas, dan pihak terkait agar keputusan kenaikan kelas dapat dipertanggungjawabkan.

 

Keputusan kenaikan kelas yang tepat akan membantu peserta didik belajar secara optimal, menghindari tekanan berlebihan, serta mendukung perkembangan jangka panjang.

 

Dengan menjadikan kebutuhan belajar peserta didik sebagai pertimbangan, pendidikan dapat berjalan lebih humanis, adil, dan bermakna. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya.

LihatTutupKomentar