Contoh peralatan yang secara terus menerus mengumpulkan data adalah ....
a. CCTV
b. Jam
digital
c. Kamera
smartphone
d. Televisi
Jawaban: a. CCTV
Berbagai
perangkat teknologi diciptakan untuk merekam, dan menganalisis data dalam skala
masif. Namun, tidak semua peralatan memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data
secara berkelanjutan. Di antara daftar perangkat yang ditemui dalam kehidupan
sehari-hari seperti jam digital, kamera smartphone, hingga televisi, salah satu
alat yang terus menerus dalam mengumpulkan data adalah Closed Circuit
Television (CCTV).
CCTV, sebagaimana didefinisikan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), merupakan sistem kamera video yang sinyalnya tidak disiarkan secara publik, melainkan dipantau secara terbatas. Pada mulanya, CCTV hanya berfungsi sebagai sarana pengawasan keamanan.
Namun, dengan perkembangan teknologi analitik
berbasis Artificial Intelligence (AI), perangkat ini kini tidak hanya merekam
visual, melainkan juga mengumpulkan data perilaku, pola pergerakan, hingga
analisis kerumunan.
Menurut
laporan MarketsandMarkets, pasar global CCTV diproyeksikan mencapai nilai lebih
dari USD 27 miliar, didorong oleh kebutuhan akan keamanan publik dan
perkembangan teknologi pengenalan wajah. Data yang terkumpul dari CCTV bukan
lagi sekadar arsip video, melainkan data yang dapat diolah untuk kebijakan
keamanan, tata kelola lalu lintas, hingga riset sosial.
Mengapa CCTV Disebut Alat yang Mengumpulkan Data Secara Terus-Menerus?
Berbeda
dengan jam digital yang hanya menampilkan waktu tanpa merekam informasi
tambahan, atau televisi yang lebih berfungsi sebagai media konsumsi informasi,
CCTV memiliki karakteristik unik yaitu aktif merekam dan menyimpan data setiap
detik. Bahkan kamera smartphone yang canggih pun tidak bekerja secara otomatis
tanpa ada yang mengendalikan.
Di kota-kota
besar seperti Jakarta, London, atau Beijing, ribuan kamera CCTV terpasang di
berbagai titik strategis seperti jalan raya, pusat perbelanjaan, perkantoran,
hingga transportasi publik. Data yang terekam tidak hanya berupa gambar statis,
melainkan aliran informasi real-time yang dapat dianalisis untuk memprediksi
potensi kejahatan, memantau kepatuhan lalu lintas, bahkan mengidentifikasi
identitas seseorang.
Perbandingan dengan Pilihan Jawaban Lain
Jika
dicermati lebih lanjut, perbedaan antara CCTV dengan perangkat lain dalam
pilihan soal ini sangat jelas:
- Jam digital hanya menampilkan data waktu, tidak merekam ataupun menyimpan informasi.
- Kamera smartphone mampu menghasilkan data dalam jumlah besar, namun sifatnya bergantung pada penggunaan manusia. Kamera tidak akan mengumpulkan data tanpa instruksi.
- Televisi berfungsi sebagai penerima siaran, bukan pengumpul data. Meski smart TV modern dapat melacak preferensi tontonan, hal ini tetap tidak sebanding dengan fungsi data rekaman CCTV.
- CCTV, sebaliknya, bersifat otonom. Begitu terhubung ke sistem akan merekam secara terus-menerus.
Dari
perbandingan tersebut, CCTV jelas memenuhi kriteria sebagai perangkat yang
secara terus menerus mengumpulkan data.
Aspek Etis dan Sosial CCTV Antara Keamanan dan Privasi
Meski
bermanfaat, penggunaan CCTV juga memunculkan perdebatan serius terkait privasi.
Electronic Frontier Foundation (EFF) menyatakan penyalahgunaan rekaman CCTV,
terutama ketika dikaitkan dengan teknologi pengenalan wajah. Di Tiongkok, lebih
dari 200 juta CCTV aktif digunakan untuk sistem social credit, yang menilai
perilaku warga berdasarkan rekaman aktivitas. Hal ini memunculkan kekhawatiran
akan lahirnya masyarakat yang diawasi tanpa henti.
Di
Indonesia, regulasi terkait CCTV masih berkembang. Undang-Undang Perlindungan
Data Pribadi (UU PDP) yang disahkan pada 2022 menjadi payung hukum penting
untuk memastikan bahwa data hasil rekaman CCTV digunakan secara proporsional
dan tidak melanggar hak privasi.

