Bahan lunak alami yang berasal dari samak kulit hewan adalah ...
a. Getah
nyatu
b. Tanah
liat
c. Kulit
d. Flour
clay
Jawaban: c. Kulit
Pemanfaatan
bahan lunak alami telah menjadi salah satu bahan dalam menghasilkan karya yang
tidak hanya estetis tetapi juga berdaya guna. Salah satu bahan lunak alami yang
digunakan dan memiliki nilai keindahan adalah kulit hewan yang telah melalui
proses penyamakan. Kulit bertekstur lunak, kekuatan, dan daya tahan yang bisa
dijadikan bahan utama berbagai karya seni dan kerajinan.
Apa itu Kulit Samak ?
Kulit samak
adalah bahan yang dihasilkan dari proses pengolahan kulit mentah hewan, seperti
sapi, kambing, atau domba, untuk diubah menjadi material yang tahan lama dan
tidak mudah membusuk. Proses penyamakan melibatkan penggunaan bahan kimia
tertentu, seperti tanin, atau teknik tradisional yang memanfaatkan
tumbuhan alami. Setelah disamak, kulit menjadi lebih lentur dan siap digunakan
untuk berbagai keperluan, termasuk seni ukir, pembuatan wayang kulit, dompet,
sepatu, dan sebagainya.
Proses
penyamakan sudah dilakukan sejak zaman kuno, di mana manusia memanfaatkan
sumber daya alam sekitar untuk menciptakan bahan yang tahan lama. Selain itu,
kulit memiliki karakteristik untuk menyerap pewarna dengan baik,
memungkinkan seniman menciptakan karya dengan keindahan yang beragam.
Proses Penyamakan Kulit
Kulit hewan
mentah, seperti dari sapi, kambing, atau domba, mengalami proses penyamakan
untuk mengubahnya menjadi bahan yang tahan lama, fleksibel, dan tidak mudah
rusak. Proses penyamakan melibatkan penggunaan bahan-bahan kimia atau alami
untuk menghilangkan jaringan yang membusuk dan mengawetkan kulit.
Hasil
akhirnya adalah bahan lunak alami yang memiliki tekstur lembut, tetapi cukup
kuat untuk digunakan dalam berbagai karya seni, mulai dari seni ukir, pembuatan
tas, hingga peralatan musik seperti drum. Kulit menjadi salah satu bahan yang
ideal karena memiliki daya tahan yang lama, keindahan alami, dan fleksibilitas
dalam pengolahan.
Membandingkan dengan Pilihan Jawaban Lain
a. Getah Nyatu
Getah nyatu
berasal dari getah pohon tertentu, seperti pohon nyatu yang banyak ditemukan di
Kalimantan. Getah nyatu digunakan sebagai bahan untuk membuat miniatur atau
kerajinan tangan, tetapi bukan bahan lunak yang berasal dari hewan. Getah nyatu
lebih tepat digunakan dalam kondisi cair dan memadat setelah
proses pengeringan.
b. Tanah Liat
Tanah liat
adalah bahan lunak alami yang berasal dari endapan mineral dan digunakan dalam
seni keramik atau pembuatan patung. Meskipun sama-sama merupakan
bahan alami, tanah liat tidak memiliki kaitan dengan kulit hewan karena
sumbernya adalah anorganik (batuan atau tanah). Penggunaannya lebih fokus pada
seni rupa tiga dimensi, seperti vas bunga, genteng, atau keramik dekoratif.
d. Flour Clay
Flour clay
atau tanah liat buatan berbahan dasar tepung adalah material yang digunakan
pada seni kerajinan tangan, terutama untuk anak-anak. Bahan ini tidak berasal
dari alam, melainkan hasil olahan manusia. Dengan demikian, flour clay lebih
sesuai disebut sebagai bahan sintetis daripada bahan alami seperti kulit.
Keunggulan Kulit Dibandingkan Bahan Lain
Kulit hewan
yang telah disamak memiliki keunggulan yang membedakan dari bahan-bahan lain:
- Ketahanan: Kulit samak dapat
bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, baik panas maupun lembap.
- Fleksibilitas: Mudah dibentuk,
dipotong, dan dijahit untuk berbagai keperluan.
- Estetika: Tekstur alami kulit
menciptakan kesan mewah dan unik yang sulit ditiru oleh bahan lain.
- Nilai Tradisional: Kulit
memiliki nilai budaya, terutama dalam seni tradisional seperti wayang
kulit di Indonesia.
Pilihan yang
benar dari pertanyaan adalah C. Kulit. Kulit hewan yang telah melalui proses
penyamakan adalah bahan lunak alami yang berasal dari sumber hewani, memberikan
fleksibilitas, kekuatan, dan keindahan yang sulit ditandingi oleh bahan lain.
Getah nyatu, tanah liat, dan flour clay masing-masing memiliki kegunaan unik
tetapi tidak dapat menggantikan kegunaan kulit dalam seni rupa dan kerajinan.
Penggunaan kulit juga mencerminkan bagaimana manusia telah memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, mengubah bahan mentah menjadi sesuatu yang berharga. Dalam seni tradisional maupun modern, kulit tetap menjadi bahan yang digunakan sebagai warisan budaya dan inovasi kreatif.

