Standar pengetahuan umum yang ditetapkan perusahaan biasanya berbentuk …
a. Bukti
pendidikan formal
b. Bukti
pendidikan nonformal
c.
Pengalaman kerja
d. Nilai
dalam kegiatan
e. Program
magang
Jawaban: a. Bukti pendidikan formal
Setiap
perusahaan mengembangkan standar pengetahuan umum yang digunakan untuk menilai
kualifikasi calon karyawan. Salah satu faktor utama yang sering dijadikan acuan
adalah tingkat pendidikan yang dimiliki oleh calon pekerja. Pendidikan formal,
yang mencakup pendidikan dari lembaga yang diakui secara resmi, menjadi salah
satu standar pengetahuan umum yang paling diutamakan oleh banyak perusahaan.
Namun ada berbagai pertimbangan yang mempengaruhi kebijakan setiap perusahaan
dalam menentukan standar pengetahuan apa yang ditetapkan.
Pendidikan Formal Sebagai Standar Pengetahuan Utama
Pendidikan formal, yang meliputi jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, seringkali dijadikan standar pengetahuan umum bagi calon karyawan. Hal ini berkaitan dengan keyakinan bahwa pendidikan formal menyediakan pengetahuan yang lebih sistematis dan terstruktur dibandingkan dengan pengalaman atau pelatihan informal. Gelar yang diperoleh dari institusi pendidikan terakreditasi memberikan tanda pengakuan atas kecakapan dan kemampuan seseorang dalam menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan selama masa studi.
Perusahaan
mengharuskan calon karyawan untuk memiliki latar belakang pendidikan yang
sesuai dengan posisi yang akan dilamar. Misalnya, perusahaan yang bergerak di
bidang teknologi informasi cenderung mencari kandidat dengan gelar di
bidang teknik informatika, ilmu komputer, atau sistem informasi.
Karena bukti pendidikan formal berfungsi sebagai indikator kemampuan teknis dan
teoretis yang sudah diuji melalui kurikulum yang ada di lembaga pendidikan.
Selain itu,
pendidikan formal juga mempersiapkan seseorang dengan keterampilan tambahan
seperti kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan
kerja tim. Selama proses pendidikan formal, mahasiswa seringkali dilatih untuk
menyelesaikan tugas secara mandiri, berpikir analitis, dan mengikuti standar
profesional yang berlaku, karena menjadi modal penting di dunia kerja. Oleh
karena itu, bagi banyak perusahaan, memiliki bukti pendidikan formal yang
sesuai dan diakui secara nasional atau internasional seringkali menjadi syarat
utama dalam proses perekrutan.
Perbandingan Dengan Pilihan Jawaban Lain
Namun,
meskipun pendidikan formal seringkali menjadi standar yang dominan, penting
untuk membandingkan dengan pilihan jawaban lain yang juga menjadi kriteria
penilaian oleh perusahaan.
b. Bukti Pendidikan Nonformal
Pendidikan
nonformal adalah segala bentuk pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang
terstruktur, seperti kursus, pelatihan, dan seminar. Walaupun penting dalam
menambah keterampilan praktis, pendidikan nonformal cenderung tidak seformal
pendidikan di lembaga resmi.
Sebagai
contoh, seorang calon karyawan yang memiliki sertifikasi kursus dalam bidang
tertentu memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan tertentu,
tetapi pendidikan nonformal tidak selalu dianggap setara dengan pendidikan
formal dalam standar perusahaan.
Perusahaan
cenderung memprioritaskan pendidikan formal sebagai standar pengetahuan umum
karena bukti yang jelas dan diakui secara luas tentang kualitas pendidikan yang
diterima oleh seseorang.
c. Pengalaman Kerja
Pengalaman
kerja menjadi salah satu aspek yang sangat dihargai oleh perusahaan, tetapi
pengalaman kerja dilihat sebagai tambahan setelah pendidikan formal. Pengalaman
kerja memberi gambaranmengenai keterampilan praktis dan kemampuan seseorang
dalam bekerja di lapangan.
Namun,
pengalaman kerja tanpa standar pengetahuan umum tidak cukup untuk memenuhi
persyaratan dalam banyak perusahaan. Oleh karena itu, meskipun pengalaman kerja
penting dalam dunia profesional, pendidikan formal tetap menjadi aspek yang
lebih mendasar dalam standar pengetahuan umum yang ditetapkan perusahaan.
d. Nilai Dalam Kegiatan
Nilai dalam
kegiatan, seperti partisipasi dalam organisasi atau aktivitas sosial, dapat
menunjukkan karakter dan kemampuan seorang seseorang dalam bekerjasama dan
beradaptasi.
Namun,
meskipun penting dalam menilai kecocokan budaya dan kemampuan interpersonal
seorang calon karyawan, nilai dalam kegiatan tidak mencakup sebagai standar
pengetahuan umum yang terkait dengan keahlian teknis pada kebutuhan dalam
pekerjaan.
Pendidikan
formal lebih banyak mengajarkan pengetahuan teknis yang diperlukan untuk
memenuhi tuntutan pekerjaan tertentu, sedangkan nilai dalam kegiatan lebih
berfokus pada kepribadian dan etos kerja seseorang.
e. Program Magang
Program
magang menawarkan pengalaman praktis di dunia kerja yang dapat memberikan
pemahaman langsung tentang pekerjaan yang akan dijalani. Meskipun sangat
berguna dalam memberikan wawasan dan keterampilan praktis, program magang
sering kali dilihat sebagai pelengkap bagi pendidikan formal, bukan sebagai
standar pengetahuan utama.
Sebagian
besar perusahaan mengharapkan pelamar untuk memiliki standar pengetahuan umum
yang diperoleh dari pendidikan formal, dan pengalaman magang dianggap sebagai
bonus tambahan yang memperkuat pengalaman kerja, tetapi tidak menggantikan
pendidikan formal sebagai standar utama.
Mengapa Pendidikan Formal Tetap Menjadi Standar Utama ?
Pendidikan
formal menjadi bukti yang paling dapat diandalkan mengenai standar pengetahuan
umum dan keterampilan yang dimiliki seseorang. Program pendidikan formal
mengikuti kurikulum yang disusun oleh lembaga pendidikan dengan tujuan
membekali siswa dengan kemampuan untuk berpikir kritis,
memecahkan
masalah, dan menguasai teori dasar yang dapat diterapkan di dunia kerja. Dalam
hal ini, pendidikan formal tidak hanya membekali seseorang dengan pengetahuan
yang sesuai tetapi juga dengan kemampuan untuk belajar secara mandiri.
Selain itu,
pendidikan formal memberi legitimasi yang diakui secara luas oleh industri dan
kebutuhan tenaga kerja. Gelar yang diterima dari universitas atau lembaga
pendidikan terakreditasi memberikan pengakuan, sehingga calon karyawan yang
memiliki gelar yang sesuai lebih mungkin diterima di perusahaan-perusahaan
besar atau yang berskala internasional.
Hal ini
membuat pendidikan formal tetap menjadi standar utama yang tidak dapat
digantikan oleh pengalaman kerja atau bukti lain seperti program magang atau
pendidikan nonformal.
Meskipun ada
beberapa pilihan lain yang juga penting dalam membentuk kompetensi dan
kelayakan seorang calon karyawan, pendidikan formal tetap menjadi standar utama
yang ditetapkan oleh banyak perusahaan. Bukti pendidikan formal menjadi standar
yang jelas dan terstruktur mengenai kualitas pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki seseorang.
Pendidikan nonformal, pengalaman kerja, nilai dalam kegiatan, dan program magang, meskipun sangat berguna, lebih dilihat sebagai pelengkap portofolio profil seorang calon karyawan, tetapi pendidikan formal tetap menjadi acuan utama dalam standar pengetahuan umum yang ditetapkan perusahaan.

