Prototype dapat membuat kamu dianggap memiliki bisnis yang serius karena ...
a. Kamu
dianggap sebagai perusahaan besar
b. Kamu
tidak mampu menciptakan produk asli
c.
Perusahaan klien akan menganggap jika perusahaanmu adalah perusahaan kaya
d.
Perusahaan klien akan menganggap kamu kredibel
e. Prototype
menunjukkan bahwa kamu ingin membangun benda tersebut
Jawaban: D. perusahaan klien akan menganggap kamu kredibel
Salah satu
cara untuk menunjukkan bahwa perusahaanmu serius di pasar adalah dengan
menghadirkan prototype (prototipe) dari produk yang sedang atau akan
dikembangkan. Sebuah prototype bukan hanya sekadar model atau gambaran dari
produk akhir,
melainkan
sebuah tanda bahwa perusahaanmu memiliki visi yang jelas, komitmen yang kuat,
dan kesiapan untuk berkembang. Itulah yang membuat prototype sangat penting
dalam menciptakan citra bisnis yang kredibel.
Mengapa Prototype Bisa Membuat Perusahaanmu Terlihat Kredibel ?
Sebagai
contoh, bayangkan kamu sedang mengajukan proposal kepada perusahaan klien besar
atau investor potensial. Klien tentunya ingin memastikan bahwa perusahaanmu
benar-benar serius dalam mengembangkan ide atau produk yang kamu
tawarkan.
Tanpa adanya
prototype, investor akan meragukan keseriusanmu, karena hanya berbekal konsep
dan presentasi verbal yang bisa saja terasa abstrak atau tidak nyata. Prototype
memberikan bukti dari ide yang kamu bawa, yang membuat perusahaan klien atau
investor dapat melihat, menyentuh, dan memahami tentang apa yang kamu
rencanakan.
Menurut
sebuah studi dari Harvard Business Review (HBR), "investor dan klien lebih
cenderung mempercayai perusahaan yang dapat memberikan bukti konkret tentang
produk yang sedang dikembangkan,
dibandingkan
hanya mengandalkan pitch atau dokumen-dokumen tanpa adanya bukti dengan
menghadirkan prototype." Karena, prototype berfungsi sebagai alat untuk
membangun kredibilitas, menampilkan profesionalisme, dan mengurangi keraguan
dari pihak luar.
Perbedaan dengan Pilihan Jawaban Lain
Mari kita
lihat kenapa pilihan lain tidak sepenuhnya tepat dalam menjawab pertanyaan ini.
A. Kamu dianggap sebagai perusahaan besar
Memiliki
prototype tidak selalu berarti bahwa perusahaanmu akan dianggap besar. Banyak
startup atau perusahaan kecil yang menghasilkan prototype namun masih dianggap
sebagai pemain kecil. Yang lebih penting adalah bagaimana prototype menunjukkan
komitmen dan potensi produk, bukan ukuran perusahaan.
Sebuah
prototype lebih cenderung memberi kesan bahwa perusahaanmu memiliki potensi
untuk berkembang, bukan bahwa perusahaanmu sudah besar.
B. Kamu tidak mampu menciptakan produk asli
Sebaliknya,
prototype justru menunjukkan bahwa perusahaanmu mampu menciptakan produk asli.
Jika sebuah perusahaan hanya mengandalkan produk tiruan atau tidak orisinal,
maka prototype yang dibuat akan gagal meyakinkan klien atau investor.
Prototype
seringkali berfungsi sebagai bukti inovasi dan orisinalitas, menunjukkan bahwa
perusahaanmu mampu membawa ide baru ke pasar.
C. Perusahaan klien akan menganggap jika perusahaanmu adalah perusahaan kaya
Meskipun
prototype dapat memberikan kesan bahwa perusahaanmu memiliki sumber daya yang
cukup untuk mengembangkan produk, itu tidak berarti bahwa perusahaanmu akan
dianggap kaya.
Prototype
lebih berkaitan dengan kredibilitas dan kesiapan untuk berinovasi, bukan dengan
kondisi keuangan perusahaan. Bahkan, banyak perusahaan yang berhasil membuat
prototype dengan anggaran terbatas, menggunakan kreativitas dan strategi yang
cerdas.
E. Prototype menunjukkan bahwa kamu ingin membangun benda tersebut
Meskipun
bisa dibenarkan bahwa prototype menunjukkan niat untuk membangun sebuah produk,
jawaban ini lebih bersifat umum dan kurang fokus pada bagaimana prototype
membangun kredibilitas di mata klien atau investor.
Niat untuk
membangun sesuatu memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana
perusahaan menunjukkan bahwa niat itu bisa diwujudkan, dan prototype adalah
wujud dari komitmen tersebut.
Kredibilitas yang Dibangun Melalui Prototype
Kepercayaan
merupakan salah satu faktor yang paling dicari dalam hubungan bisnis.
Perusahaan klien atau investor yang melihat prototype akan menilai bahwa
perusahaanmu memiliki kemampuan teknis dan sumber daya yang cukup untuk
mengembangkan produk lebih lanjut.
Klien akan
merasa lebih yakin bahwa perusahaanmu bukan hanya bicara tentang ide, tetapi
juga bisa mewujudkan menjadi produk asli. Sebagai contoh, banyak startup
teknologi yang berhasil menarik perhatian investor dengan menunjukkan prototype
aplikasi atau produk.
Perusahaan
seperti Oculus VR, yang akhirnya dibeli oleh Facebook, adalah contoh di mana
prototype yang kuat dan inovatif menjadi salah satu faktor utama dalam menarik
perhatian investor dan klien besar.
Menarik Perhatian dan Membangun Relasi
Sebuah
prototype yang baik juga dapat membuka peluang untuk membangun relasi lebih
lanjut dengan klien atau investor. Ketika melihat prototipe yang
berfungsi maka akan lebih cenderung menganggap perusahaanmu memiliki kemampuan
untuk memenuhi kebutuhan klien, tentu akan melihat perusahaanmu sebagai mitra
yang dapat dipercaya dalam proyek lain.
Selain itu, prototype memberikan kesempatan untuk mendapatkan penilaian dari klien atau calon pengguna, yang bisa membantu perusahaanmu untuk meningkatkan produk atau layanan sebelum memasuki pasar yang lebih luas.
Proses ini tidak hanya membangun kredibilitas tetapi juga memicu inovasi yang lebih baik berdasarkan masukan yang diterima. Secara keseluruhan, prototype bukan hanya alat untuk merealisasikan ide menjadi produk, tetapi juga sebuah simbol yang menunjukkan komitmen dan kredibilitas perusahaan.
Dengan
begitu, menunjukkan bahwa kamu memiliki visi yang jelas dan kemampuan untuk
mewujudkan menjadi produk asli, serta akan membuat perusahaanmu dianggap
serius, kredibel, dan siap untuk berinovasi.
Sebuah prototype dapat memberikan jaminan bahwa perusahaanmu bukan sekadar bermimpi, tetapi benar-benar memiliki komitmen untuk mengembangkan produk yang dibutuhkan oleh klien.

