Kesulitan pemakaian energi dari turbin air yaitu ...
a. Biaya
pembangunan mahal
b.
Menimbulkan polusi
c.
Bergantung pada cuaca
d. Cepat
habis
e. Biaya
alat mahal
Jawaban: c. Bergantung pada cuaca
Energi
terbarukan semakin menjadi solusi penting dalam mengatasi tantangan krisis
energi dan perubahan iklim. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah
turbin air, yang mengubah energi kinetik air menjadi listrik. Meskipun
dianggap sebagai sumber energi bersih yang andal, turbin air tidak lepas dari
kendala operasional. Salah satu tantangan utama yaitu ketergantungan pada
cuaca, terutama curah hujan dan ketersediaan air di sepanjang tahun.
Bagaimana Turbin Air Bergantung pada Cuaca ?
Ketergantungan
turbin air pada cuaca berawal pada sifat dasar sumber energi, yakni air. Turbin
air, seperti yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga air (PLTA),
membutuhkan aliran air yang stabil untuk menghasilkan energi. Curah hujan
memengaruhi volume air yang tersedia di bendungan atau sungai. Ketika curah
hujan berkurang, seperti dalam periode kemarau panjang, pasokan air untuk
turbin bisa berkurang drastis, mengakibatkan penurunan efisiensi atau bahkan
penghentian operasi.
Menurut data
dari International Hydropower Association (IHA), sekitar 60% kapasitas
pembangkit listrik tenaga air dunia berada di kawasan yang rentan terhadap
perubahan iklim. Fenomena seperti El NiƱo dan perubahan pola hujan akibat
pemanasan global semakin memperburuk ketidakpastian pasokan air. Di sisi
lain, banjir yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem juga dapat merusak
infrastruktur turbin, menambah tantangan bagi pemanfaatan teknologi turbin air.
Bandingkan dengan Pilihan Jawaban Lain
a. Biaya Pembangunan Mahal
Membangun
fasilitas turbin air memang memerlukan investasi awal yang besar. Menurut
laporan dari World Energy Council, biaya pembangunan PLTA berkisar antara USD
1.000 hingga USD 5.000 per kW kapasitas terpasang. Namun, biaya adalah
tantangan awal dan bukan masalah utama dalam operasional sehari-hari.
Setelah
dibangun, PLTA cenderung memiliki biaya operasional dan perawatan yang rendah,
menjadi salah satu opsi energi yang ekonomis dalam jangka panjang. Oleh karena
itu, meskipun biaya pembangunan mahal menjadi hambatan awal, tapi bukan
kesulitan utama yang dihadapi selama pemakaian.
b. Menimbulkan Polusi
Salah satu
keunggulan utama turbin air adalah sifat yang ramah lingkungan. Turbin air
tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polutan lain selama beroperasi,
berbeda dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil. Meskipun
pembangunan bendungan dapat mengganggu ekosistem lokal, aspek ini lebih
berkaitan dengan dampak lingkungan, bukan masalah penggunaan teknologi.
d. Cepat Habis
Turbin air
memanfaatkan sumber daya terbarukan, yaitu air, yang pada prinsipnya tidak
habis selama siklus hidrologi tetap berfungsi. Berbeda dengan bahan bakar fosil
seperti batubara atau minyak bumi yang memiliki batasan cadangan, air adalah
sumber energi yang dapat diperbarui. Oleh karena itu, anggapan bahwa energi
dari turbin air cepat habis tidak tepat.
e. Biaya Alat Mahal
Seperti
halnya biaya pembangunan, biaya peralatan untuk turbin air memang tinggi,
tetapi biaya alat merupakan investasi awal yang tidak terlalu memengaruhi
keberlanjutan operasional. Setelah alat terpasang, biaya operasional jauh lebih
rendah dibandingkan teknologi lain seperti pembangkit listrik tenaga nuklir
atau gas alam.
Mengapa Pilihan C yang Paling Tepat ?
Ketergantungan
pada cuaca menjadi kesulitan dalam pemakaian energi dari turbin air. Perubahan
pola cuaca yang tidak dapat diprediksi akibat pemanasan global telah
meningkatkan risiko ketidakpastian pasokan energi dari PLTA. Dalam laporan
oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), disebutkan bahwa kawasan
tertentu, terutama di negara berkembang, menghadapi penurunan ketersediaan air
hingga 20% selama dekade mendatang.
Ketergantungan
ini juga menghambat pengembangan turbin air di wilayah yang tidak memiliki
sumber air yang memadai atau mengalami musim kemarau yang panjang. Selain itu,
operasional turbin air menjadi terbatas, terutama dalam memenuhi kebutuhan
energi pada saat puncak jika pasokan air terganggu. Ketergantungan pada
cuaca adalah tantangan yang dihadapi dalam pemanfaatan energi dari turbin
air.
Meskipun
teknologi menawarkan keunggulan sebagai sumber energi terbarukan yang bersih
dan ekonomis, ketidakpastian pasokan air akibat perubahan pola cuaca menjadi
penghalang. Penelitian dan pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk
meningkatkan ketahanan turbin air terhadap perubahan cuaca, seperti melalui
penggunaan teknologi penyimpanan energi atau diversifikasi sumber daya
air.
Dengan pendekatan yang tepat, tantangan ini dapat diminimalkan sehingga energi dari turbin air dapat digunakan secara optimal dalam mendukung transisi energi.

