Belajar
daring, atau online, menjadi pilihan cara belajar dalam dunia pendidikan
beberapa tahun belakangan. Dengan memanfaatkan teknologi, siswa bisa mengakses
materi dan berinteraksi dengan guru secara virtual. Namun, seperti
halnya metode pembelajaran lainnya, belajar daring juga memiliki kelebihan dan
kekurangan. Mari kita simak apa saja kelebihan dan kekurangan
belajar daring.
Kelebihan Belajar Daring
Pembelajaran
daring mempunyai berbagai kelebihan yang dapat membuat proses belajar menjadi
lebih efektif dan efisien. Mari kita pahami lebih lanjut kelebihan belajar
daring:
- Fleksibilitas Waktu dan
Tempat: Kelebihan utama belajar daring adalah kemudahannya
dalam mengatur jadwal belajar. Siswa dapat mengakses materi pelajaran dan
mengikuti sesi belajar secara daring kapan pun dan di mana pun Siswa mau.
Siswa bisa belajar di pagi hari sebelum bekerja, saat jam istirahat, atau
bahkan larut malam sesuai kenyamanan Siswa. Selain itu, Siswa tidak perlu
terpaku pada lokasi tertentu. Siswa bisa belajar di rumah, di
perpustakaan, di kedai kopi, atau bahkan saat sedang travelling - selama
ada koneksi internet.
- Akses yang Lebih Mudah ke Sumber
Belajar: Dunia maya dipenuhi dengan sumber belajar yang kaya
dan beragam. Melalui platform daring, Siswa dapat mengakses materi
pelajaran yang interaktif, video tutorial yang menarik, dan bacaan digital
terbaru dengan mudah. Siswa tidak perlu terbatas pada buku teks yang ada
di sekolah atau perpustakaan. Sumber daring menyediakan berbagai format
materi yang bisa disesuaikan dengan gaya belajar Siswa, apakah Siswa lebih
menyukai belajar visual, audio, atau tertulis.
- Meningkatkan Kemandirian
Belajar: Belajar daring membuat Siswa untuk lebih aktif dan mandiri lanjut
mengatur proses belajar Siswa sendiri. Siswa bertanggung jawab untuk
mengatur jadwal belajar, mencari materi tambahan, dan mengerjakan tugas
secara mandiri. Hal ini dapat membantu Siswa mengembangkan keterampilan
belajar yang baik, seperti manajemen waktu, disiplin belajar, dan
inisiatif untuk mencari informasi lebih lanjut.
- Biaya yang Lebih Efisien:
Pembelajaran daring biasanya membutuhkan biaya yang lebih hemat
dibandingkan pembelajaran tatap muka. Siswa tidak perlu mengeluarkan biaya
untuk transportasi atau akomodasi ke sekolah atau tempat kursus. Selain
itu, banyak platform daring yang mempunyai kursus gratis atau dengan biaya
yang terjangkau. Hemat biaya transportasi dan akomodasi
ini dapat dialokasikan untuk membeli perangkat belajar daring
yang lebih baik, seperti headset peredam kebisingan atau kursus daring
tambahan.
- Penyesuaian Gaya Belajar:
Beberapa platform daring menyediakan fitur pembelajaran yang
dapat disesuaikan dengan gaya belajar Siswa. Siswa dapat
memilih materi pelajaran yang disesuaikan dengan kecepatan
belajar Siswa. Misalnya, beberapa platform mempunyai video dengan pilihan
kecepatan playback, sehingga Siswa bisa mengatur kecepatan materi sesuai
dengan kemampuan Siswa dalam memahami informasi. Selain itu, platform
daring juga seringkali menyediakan berbagai format materi, seperti teks,
audio, dan video. Siswa bisa memilih format yang paling sesuai dengan
preferensi belajar Siswa.
- Kerjasama Tanpa Batas: Meskipun
pembelajaran daring terbatas dalam interaksi secara langsung, platform
daring tetap memungkinkan kerjasama antar
pelajar. Banyak platform yang menyediakan fitur diskusi online,
ruang kerja virtual, dan fitur berbagi dokumen. Dengan demikian, Siswa
tetap bisa berdiskusi dengan teman sekelas mengenai
materi pelajaran, mengerjakan tugas kelompok secara online, dan saling
bertukar pikiran untuk memperlanjut pemahaman.
Dengan
memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan, belajar daring dapat menjadi
metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Kekurangan Belajar Daring
Meskipun
mempunyai berbagai kelebihan, pembelajaran daring juga memiliki beberapa
kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Mari kita pahami lebih lanjut kekurangan
belajar daring:
- Kurangnya Interaksi Sosial:
Pembelajaran daring membatasi interaksi langsung antara guru dan siswa,
atau antar siswa sendiri. Hal ini dapat berdampak pada rasa kebersamaan
dan menyulitkan diskusi kelompok. Minimnya interaksi tatap muka dapat
menimbulkan perasaan terisolasi dan menghambat
perkembangan keterampilan sosial pada siswa. Diskusi dan Tanya
Jawab menjadi kurang spontan dan dinamis. Penilaian dari guru juga mungkin
terbatas karena kendala komunikasi online.
- Gangguan dan Distraksi: Belajar
di lingkungan belajar daring dapat terganggu oleh gangguan di sekitar
Siswa. Tidak seperti belajar di ruang kelas yang terkontrol, Siswa
memiliki kebebasan untuk belajar di mana saja. Namun, kebebasan ini juga
dapat menjadi masalah. Suara bising dari lingkungan
sekitar, notifikasi ponsel, atau godaan
untuk membuka media sosial dapat dengan mudah mengalihkan fokus Siswa.
Dibutuhkan kedisiplinan diri yang tinggi untuk mengelola lingkungan
belajar dan meminimalisir gangguan agar proses belajar daring tetap
efektif.
- Keterbatasan Konektivitas:
Keterbatasan akses internet dapat menjadi penghalang
dalam mengikuti pembelajaran daring. Koneksi internet yang lambat atau
tidak stabil dapat membuat proses belajar terganggu. Video pembelajaran
yang macet, suara yang terputus-putus, dan platform daring yang lemot
dapat mengurangi efektivitas belajar. Selain itu, tidak semua
wilayah memiliki akses internet yang memadai. Hal ini dapat menimbulkan
perbedaan akses pendidikan khususnya bagi siswa yang tinggal di
daerah terpencil.
- Minimnya Pengawasan Langsung:
Kurangnya pengawasan langsung dari guru dapat menyebabkan siswa menjadi
kurang disiplin lanjut mengikuti pembelajaran. Siswa dituntut
memiliki motivasi belajar yang tinggi dan kemandirian untuk tetap belajar
dengan sungguh-sungguh tanpa arahan langsung dari guru. Bagi siswa
yang belum terbiasa belajar mandiri, kondisi ini dapat menjadi
masalah. Guru juga mungkin mengalami kesulitan dalam menilai tingkat
pemahaman siswa secar tepat karena keterbatasan interaksi
secara online.
- Keterampilan Teknologi:
Pembelajaran daring membutuhkan keterampilan dasar dalam
menggunakan teknologi. Siswa perlu dapat mengoperasikan perangkat digital
dan platform daring yang digunakan. Hal ini dapat menjadi masalah bagi
siswa yang belum terbiasa menggunakan teknologi atau yang tinggal di
daerah dengan akses teknologi yang terbatas. Selain itu, guru juga perlu
memiliki keterampilan teknologi yang cukup untuk menjalankan pembelajaran
daring secara efektif.
- Potensi Kesehatan: Belajar
daring biasanya melibatkan menatap layar perangkat digital dalam waktu
yang lama. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan mata, sakit
punggung, dan gangguan kesehatan lainnya. Penting untuk
istirahat secara berkala dan menerapkan posture tubuh yang benar saat
belajar daring.
Dengan
mengenali kelemahan-kelemahan ini, peserta didik dan guru dapat mencari
strategi untuk mengatasinya. Dengan disiplin, komitmen, dan pengaturan yang
baik, belajar daring tetap dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif.
Belajar daring memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Menimbang keduanya akan membantu Siswa menentukan apakah metode pembelajaran ini cocok untuk Siswa. Dengan disiplin dan pengaturan yang baik, belajar daring dapat menjadi metode yang efektif dan menyenangkan.

