Sikap dan keterampilan apa saja yang diperlukan ketika melakukan wawancara

 

sikap dan keterampilan apa saja yang diperlukan ketika melakukan wawancara

Agar wawancara berjalan efektif dan menghasilkan informasi yang akurat, seorang pewawancara tidak hanya dituntut mampu mengajukan pertanyaan, tetapi juga harus memiliki sikap dan keterampilan yang tepat. Sikap yang baik akan menciptakan suasana nyaman, sedangkan keterampilan yang memadai akan membantu menggali informasi secara mendalam dan sistematis.

 

Pentingnya Sikap dan Keterampilan dalam Wawancara

Keberhasilan wawancara sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antara pewawancara dan narasumber. Sikap yang kurang sopan atau keterampilan komunikasi yang lemah dapat menyebabkan narasumber merasa tidak nyaman sehingga informasi yang diperoleh menjadi terbatas atau tidak akurat. Oleh karena itu, sikap dan keterampilan merupakan dua unsur utama yang tidak dapat dipisahkan dalam proses wawancara.

 

Sikap yang Diperlukan Saat Melakukan Wawancara

1. Sopan dan Santun

Sikap sopan dan santun merupakan bentuk rasa hormat kepada narasumber dalam melakukan wawancara. Pewawancara harus menggunakan bahasa yang baik, intonasi yang lembut, serta menunjukkan gestur tubuh yang menghormati narasumber. Sikap ini akan menumbuhkan rasa dihargai sehingga narasumber lebih terbuka dalam memberikan jawaban.

2. Percaya Diri

Rasa percaya diri membantu pewawancara menyampaikan pertanyaan dengan jelas dan terarah. Pewawancara yang percaya diri tidak ragu-ragu saat berbicara dan mampu mengendalikan suasana wawancara dengan baik.

3. Jujur dan Objektif

Kejujuran dan objektivitas sangat penting agar hasil wawancara tidak menyimpang dari fakta. Pewawancara tidak boleh menggiring jawaban narasumber atau mengubah informasi sesuai kepentingan pribadi.

4. Rendah Hati

Sikap rendah hati menunjukkan bahwa pewawancara menghargai pengetahuan dan pengalaman narasumber. Pewawancara tidak bersikap merasa paling tahu dan bersedia mendengarkan dengan penuh perhatian.

5. Disiplin dan Bertanggung Jawab

Disiplin waktu mencerminkan sikap profesional. Pewawancara harus datang tepat waktu dan mematuhi durasi wawancara yang telah disepakati.

6. Sabar dan Tenang

Dalam wawancara, narasumber membutuhkan waktu untuk berpikir sebelum menjawab. Oleh karena itu, pewawancara harus sabar dan tidak memotong pembicaraan.

7. Empati

Empati membuat pewawancara mampu memahami kondisi dan perasaan narasumber. Dengan berempati, pewawancara tidak memaksakan pertanyaan yang bersifat sensitif atau membuat narasumber tidak nyaman.

 

Keterampilan yang Diperlukan Saat Melakukan Wawancara

1. Keterampilan Menyusun Pertanyaan

Pewawancara harus mampu menyusun pertanyaan yang jelas, singkat, dan sesuai tujuan wawancara. Pertanyaan sebaiknya disusun dari yang umum ke yang lebih khusus agar alur wawancara terarah.

2. Keterampilan Mendengarkan Aktif

Mendengarkan aktif berarti benar-benar memperhatikan jawaban narasumber, baik secara verbal maupun nonverbal. Dengan keterampilan ini, pewawancara dapat memahami informasi penting dan mengajukan pertanyaan lanjutan yang sesuai.

3. Keterampilan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi mencakup penggunaan bahasa yang mudah dipahami, intonasi suara yang jelas, serta ekspresi wajah yang ramah. Komunikasi yang baik akan memperlancar proses tanya jawab.

4. Keterampilan Mencatat dan Merekam

Pencatatan yang baik membantu pewawancara mengingat informasi penting. Selain mencatat, pewawancara juga dapat menggunakan alat perekam dengan izin narasumber agar data lebih akurat.

5. Keterampilan Mengelola Alur Wawancara

Pewawancara harus mampu mengendalikan jalannya wawancara agar tetap fokus pada topik. Jika pembicaraan mulai melebar, pewawancara perlu mengarahkan kembali secara runtut.

6. Keterampilan Menggali Informasi

Menggali informasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan lanjutan atau klarifikasi. Keterampilan ini sangat penting untuk memperoleh data yang lebih mendalam dan lengkap.

7. Keterampilan Menutup Wawancara

Menutup wawancara dengan baik menunjukkan sikap profesional. Pewawancara perlu menyampaikan terima kasih, menyimpulkan secara singkat, dan memastikan tidak ada informasi penting yang terlewat.

 

Wawancara yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh daftar pertanyaan yang disiapkan, tetapi juga oleh sikap dan keterampilan pewawancara. Sikap seperti sopan, jujur, sabar, dan empati akan menciptakan suasana wawancara yang kondusif. 


Sementara itu, keterampilan bertanya, mendengarkan, berkomunikasi, dan mengelola alur wawancara akan membantu pewawancara memperoleh informasi yang akurat. Dengan memadukan sikap yang baik dan keterampilan yang tepat, wawancara dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif.

LihatTutupKomentar